Anak Muda, Bersenang-senang (hedonisme) dan Suku Pedalaman di Jambi

“Mungkin mas gak akan kuat hidup kayak kami. Kalau makanan masih terjamin lah… tapi kalau soal ‘cari makan’ dan cara hidup kami itu yang mungkin mas gak kuat”.

Kalimat itu diuucapkan seorang bapak perantau dari tanah Jawa yang sekarang tinggal di daerah Tebo di Jambi. Sebelumnya bapak itu menceritakan bagaimana dia harus berjuang ‘mencari makan’ dengan bertani sawit, dll. Bagaimana beliau harus menghadapi kekejaman peerusahaan yang dengan ‘seenaknya’ mau menggusur lahan mereka, dan yang lebih ‘sangar’ menurutku adalah cara beliau mendapatkan listrik.

Karena di desa beliau belum ada listrik, maka (mungkin) semua penduduk desa beliau menggunakan diesel untuk mendapatkan listrik. Hmm..bisa dibayangkan betapa berisiknya desa itu kalau malam??

Tapi uniknya, bapak itu meletakkan dieselnya di jarak 50 meter dari rumahnya. Jadi kalau ada masalah dengan dieselnya atau sekedar menyalakan & mematikan diesel beliau harus berjalan 50 meter. Lalu gimana kalau hujan? atau panas terik matahari? (silakan jawab sendiri ya,,, hhe :-p)

Kembali ke kalimat pembuka note ini,

dari kalimat tersebut mungkin anggapan bapak ini adalah “Anak muda itu maunya seneng-seneng doank, anak muda itu gak mau hidup susah”, apa benar seperti itu?

(bagi yg ‘merasa’ muda silakan dijawab sendiri ya…^_^)

Dan setelah mendengar cerita betapa keras kehidupan bapak itu, aku hanya bilang ke bapak tersebut:

“Kayaknya asyik tuh kehidupan bapak (sambil senyum…^_^), kalau saya malah pengen merasakan hidup dengan suku pedalaman pak. Kan di sekitar sini masih banyak tho suku pedalaman, kayak di Sarolangun (suatu daerah di Prop. Jambi), dan lainnya”.

Ya…memang aku pengen banget mencoba hidup dengan orang suku pedalaman. Karena yang aku pernah baca, minat belajar mereka ‘sangat tinggi’. Bahkan ada 3 anak suku pedalaman yang berjalan beratus-ratus kilo meter (dari Sarolangun ke Jambi) hanya untuk belajar membaca. Dan mereka tidak makan 2 hari 1 malam. Sungguh semangat yang sangat tinggi.

Setidaknya dengan hidup bersama mereka, aku bisa lebih ‘memahami’ apa arti kehidupan yang sebenarnya, sekeras apa mereka menjalani kehidupan, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin kujawab saat aku bisa hidup bersama mereka untuk sementara waktu. Intinya, aku ingin belajar tentang ‘kehidupan’ ini!

(for me) I Life to Learn! and I Learn to Life!

 

Ok, ada yang tahu informasi tentang suku pedalaman di tanah jawa? atau di Jambi ?

infokan ke aku ya… makasih sebelumnya… ^_^

 

Muara Bungo, Jambi 3 Agustus 2011 16:10

^_^

Siddiq

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes