Category: Nasehat Pak Mario Teguh

Mario Teguh Mentoring Forum Day 1

Ini adalah prolog Pak Mario Untuk Mario Teguh Mentoring Forum Hari Pertama ” BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA? :

Sesungguhnya, setiap orang sedang menunggu kehidupan yang lebih baik.

Dan yang lebih baik itu tidak selalu berarti keadaan ekonomi yang lebih baik, tetapi semua hal yang menjadikan kualitas hidup kita baik.

Kita merindukan kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan, TANPA menyadari bahwa itu semua adalah AKIBAT.

Sehingga kita sesungguhnya, sedang meminta sampai di suatu tempat tanpa menyadari bahwa kita harus melakukan sesuatu yang menghasilkan akibat yang kita minta.

Sesungguhnya, yang harus kita upayakan adalah sikap, cara-cara, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain yang menjadi SEBAB bagi tercapainya impian-impian hati kita.

Sekarang, IJINKANLAH SAYA BERTANYA, dan mohon Anda jawab dengan bebas, sebelum saya meneruskan dengan bahasan yang membuka pengertian yang lebih berdampak bagi pembaruan sikap dan cara yang menjadikan kita pribadi yang lebih beruntung.

BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA?

Ini adalah bimbingan pertama dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Terima kasih atas jawaban-jawaban baik Anda.

Bolehkah saya menyimpulkan bahwa

Peran nasib bagi keberhasilan kita adalah 100%

Kita bersekolah dan belajar agar kita beruntung, kita bersikap baik agar kita beruntung, kita taat dalam beribadah agar kita beruntung, kita berpikir keras menemukan cara untuk menguntungkan pelanggan agar kita beruntung, dan kita bekerja keras bagi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga kita, semuanya agar kita beruntung.

Next:

Saya akan post masukan berikutnya di kolom kiri pada halaman ini.

Please stay with me.

Mario Teguh

Lalu ini bimbingan kedua dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Semua hal baik yang Anda inginkan, hanya bisa Anda dapatkan dengan jujur melalui PERSETUJUAN orang lain.

Semakin Anda mudah disetujui, akan semakin banyak dan semakin besar hal-hal baik yang bisa Anda dapatkan.

Sehingga,

Kunci dari mendapatkan apa yang Anda inginkan dari orang lain, adalah menjadi pribadi yang lebih mudah disetujui oleh orang lain.

Sekarang,

Mohon Anda membuat penilaian, dalam persentase, kira-kira berapa nilai kemudahan Anda untuk disetujui oleh orang lain.

Apa saja kualitas diri Anda, yang menjadikan Anda pribadi yang mudah disetujui.

Apakah Anda sudah ada gambaran mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas diri Anda dalam hal ini?

Saya tunggu ya?

Mario Teguh

Dan ini bimbingan ketiga dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Anda akan menjadi pribadi yang mudah disetujui oleh orang lain, jika Anda dilihat sebagai pribadi yang menjanjikan keuntungan bagi mereka.

Maka, apa pun diri Anda, usia, latar-belakang pendidikan atau pengalaman, suku, ras, atau keyakinan Anda; jika sikap dan cara-cara Anda menjanjikan keuntungan bagi mereka yang Anda kenal dan yang mengenal Anda, Anda akan

1. Diutamakan namanya
2. Ditinggikan kedudukannya
3. Dihargai waktu dan kehadirannya

Sekarang, mohon Anda rincikan, apa saja yang sedang Anda lakukan yang bisa dilihat sebagai keuntungan bagi orang lain?

Janganlah sampai kita dilihat oleh orang lain sebagai bagian dai masalah dan beban biaya yang tak ikhlas mereka keluarkan.

So, what do you think?

Mario Teguh

Ini bimbingan keempat dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Masalahnya, TIDAK SEMUA ORANG BERKUALITAS YANG BISA MENGUNTUNGKAN ORANG LAIN, TAMPIL SEPERTI ORANG YANG BERKUALITAS.

Itu sebabnya, kita sering melihat perusahaan menugaskan orang yang tidak begitu mampu, untuk memimpin orang-orang yang lebih jujur dan mampu.

PENAMPILAN ANDA MENENTUKAN KESAN AWAL YANG PENTING BAGI KEPERCAYAAN ORANG LAIN KEPADA ANDA SELANJUTNYA.

Sekarang, pertanyaan saya adalah:

Apakah yang Anda lakukan untuk menjadikan diri Anda pribadi yang menampilkan dengan jelas, walau tanpa pamer, bahwa Anda adalah pribadi baik yang memiliki kemampuan untuk menguntungkan orang lain?

Mohon Anda pikirkan dan uraikan secara tertulis apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kesan dari penampilan Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini  bimbingan kelima dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Penampilan Anda menentukan hampir semua penilaian orang lain terhadap Anda.

Seseorang tidak mungkin menjadikan dirinya tampil lebih baik daripada penghargaannya terhadap dirinya sendiri.

Maka,

Batas penghormatan kepada seseorang adalah batas keindahan penampilan dari dirinya sendiri.

Sehingga,

Anda yang menghormati diri sendiri, akan berhati-hati dalam memilihkan sikap dan perilaku pribadi, yang menjadi penentu penghormatan orang lain kepada Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini bimbingan keenam dari Pak Mario:

Dan engkau bertanya kepadaku,
lalu bagaimana dengan takdir?

Memang ada apa dengan takdir?

Aku sama sekali tak tahu tentang takdirku sendiri,
apalagi tentang takdirmu.

Katakanlah,

Aku sama sekali tak merisaukan takdirku.

Aku berperilaku sebaik mungkin,
dan berupaya seikhlas mungkin,
agar aku menjadi pribadi yang bernasib baik,
yang pantas bagi sebaik-baiknya takdir.

Amien

Mario Teguh

Ini bimbingan ketujuh dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang besar impiannya,

Berikut adalah tiga pilihan penampilan yang sebaiknya mewakili kualitas pribadi Anda yang baik dan menjanjikan keuntungan bagi orang lain, yaitu sebagai pribadi yang:

1. Setia kepada yang benar.
2. Berlaku penuh hormat.
3. Bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam.

Ketiga nilai di atas adalah Nilai-Nilai Inti MTSC.

Jika Anda tampil setia kepada yang benar, Anda diijinkan untuk memulai pekerjaan yang membuktikan kejujuran dan keamanahan Anda.

Jika Anda berlaku penuh hormat, Anda akan disayangi oleh yang lebih senior, dihormati oleh yang muda, dan dihargai oleh semua.

Jika Anda bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam, hanya masalah waktu sebelum Anda dinaikkan ke kelas-kelas kehidupan yang sejahtera dan berwenang.

Bukankah itu sudah merupakan keberuntungan yang bisa dengan logis kita mulai hari ini?

So, what do you think?

Mario Teguh

Dan ini adalah kesimpulan akhir dari MT Mentoring Forum Hari Pertama yang di sampaikan Pak Mario:

Sahabat saya yang besar impiannya,

Mudah-mudahan Anda sudah pernah membaca sebuah tulisan pendek yang saya post sebagai Status di Facebook.marioteguh.asia

Kita terlalu sibuk memikirkan nasib,
sampai lupa bahwa setiap orang
PASTI memiliki nasib.

Yang berbeda adalah kualitas dari nasibnya.

Tuhan telah menyerahkan KUALITAS NASIB
sebagai tanggung-jawab penuh setiap jiwa.

Sehingga,
mengeluhkan kualitas nasib adalah
mengeluhkan kualitas upaya kita sendiri.

Padahal,

Mengeluh adalah menyalahkan
tanpa mau menjadikan benar.

Mudah-mudahan bahasan kita hari ini sudah memulai pikiran logis kita semua untuk secara bertahap, sadar, dan sabar kita menapaki perjalanan seumur hidup, untuk menjadikan diri kita pribadi yang mudah disetujui.

Dengannya, kita akan menjadi pribadi yang lebih dekat dan lebih mudah mendapatkan yang selama ini hanya menjadi angan-angan kita.

Dan dengannya, kita menjadi pribadi yang lebih pantas bagi rezeki yang lebih baik.

Sehingga, dengan penuh syukur kita menghirup nafas kedamaian dalam kehidupan yang sejahtera dan berwenang, karena kita adalah pribadi yang lebih beruntung.

Kita cukupkan dulu bahasan kita hari ini, dan sampai kita bertemu lagi esok pagi.

Saya mohon Anda mengulang baca hal-hal penting yang ada dalam posting semua sahabat Super Members.

Jika Anda memerlukan koleksi dari semua respon saya hari ini, mohon click | Mario Teguh Comments |

Mudah-mudahan keikhlasan hati Anda untuk membarukan sikap dan cara-cara Anda, mengundang Tuhan untuk menyegerakan jawaban bagi semua doa dan harapan Anda.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

The Man Who Can Talk to Fire and His Friend Jurgen

Saat saya kuliah di Indiana University untuk mendapatkan MBA dalam business management, saya pergi ke sebuah tempat camping dan peristirahatan di White Water, di negara bagian Wisconsin, bersama belasan rekan sesama mahasiswa yang berasal dari berbagai bidang studi.

Ada seorang rekan mahasiswa S3 dari Jerman yang belajar Quantum Physics. Dia seorang ilmuwan yang super cerdas dan setia kepada logika yang akurat.

Suatu ketika dia melihat saya sembahyang Maghrib. Dia menunggu saya selesai, dan langsung mengatakan: Mario, I never knew that you were primitive. Saya tidak pernah menduga bahwa kamu masih primitif.

Mengapa?, tanya saya.

Dan dia menjelaskan bahwa orang-orang primitif di jaman dulu juga berdoa seperti saya.

Apakah dengan primitif, berarti saya salah?, terus saya.

Dia kemudian menjelaskan dengan logikanya, bahwa perilaku berdoa kepada sesuatu yang tidak ada untuk mengharapkan keajaiban, adalah perilaku orang-orang primitif, yang tidak mampu berpikir dengan logika yang jernih, dan yang tidak berilmu.

Lalu, dengan sikap yang menghormati kekuatan logikanya, saya bertanya: Apa yang membuatmu demikian yakin bahwa Tuhan tidak ada?

Dia menjawab dengan cool; Tuhan tidak ada, karena Tuhan tidak bisa dideteksi dan diukur. Jika kita bisa mendeteksi dan mengukur keberadaan fisik Tuhan, maka kita bukan hanya yakin – tetapi bahkan TAHU bahwa Tuhan ada.

Emmm … saya membiarkan beberapa jenak berlalu dengan santun, sebelum saya membuka langkah pengujian saya terhadap logika rekan saya ini;

Jurgen, demikian namanya, jadi kamu akan menerima keberadaan sesuatu yang bisa dideteksi dan diukur, dan jika tidak – maka kamu menolak keberadaannya, bukankah begitu?

Of course!, dengan gaya bijak yang mungkin ditirunya dari salah satu profesornya.

Lalu saya teruskan, apakah ada hal-hal yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, karena belum ada alat deteksi dan alat ukur-nya?

Dia menjawab cepat; Oh pasti!, tentu saja banyak materi di alam ini yang belum kita ketahui, karena kita belum memiliki alat untuk mendeteksi dan mengukurnya, Mario. And that’s a simple logic!, dia melihat saya dengan wajah seorang guru yang kasihan kepada muridnya yang lambat mengerti.

Oooh … (saya memulai penerbangan ke Nagasaki dengan sebuah bom atom di perut pesawat pembom saya)

Jadi sebagai seorang ilmuwan, Jurgen tidak akan dengan semena-mena mengatakan sesuatu itu tidak ada, jika ia tidak bisa dideteksi dan diukur karena alat untuk itu belum ada?

Ya pasti dong?! Itu khan bertentangan dengan logika dan obyektifitas saya sebagai seorang pemikir yang logis.

Lalu, dengan suara selembut mungkin dari wajah yang sepengasih mungkin, saya bertanya;

Jurgen, apakah alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan sudah ada?

Dia bilang dengan santai; … belum …

Saya teruskan; … lalu, jika alatnya belum ada, jika alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan itu belum ada, mengapakah Jurgen bisa dengan pasti mengatakan bahwa Tuhan tidak ada?

Dia terdiam sejenak, lalu dia berbicara dengan kelurusan dan ketegasan seorang ilmuwan;

Kamu betul, Mar. Tidak obyektif bagi saya untuk mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada, karena kita belum memiliki alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan.

Jadi apa sikap terbaikmu mengenai hal ini, Jurgen?

Sikap terbaik saya adalah menunda keputusan apakah Tuhan itu ada atau tidak.

Apakah sikap itu sebanding dengan ragu-ragu, karena belum pasti?, tanya saya hati-hati.

Dia bilang, dengan sangat fair: Ya.

Lalu saya sampaikan dengan keramahan yang harus dihadiahkan oleh seorang beriman kepada saudaranya yang sedang menemukan keimanan;

Jurgen, selamat datang. Bagi seseorang yang tadinya menolak keberadaan Tuhan, ‘meragukan keberadaan Tuhan’ adalah langkah awal untuk meyakini keberadaan-Nya.

Dari sanalah, kamu akan menemukan logika keimanan yang jauh lebih utuh dalam ke-abstrakan-nya, akurat dalam keluwesannya, dan tegas dalam kenyataan hukumnya.

Dia hanya mengangguk.

Lalu kami bergabung dengan belasan rekan mahasiswa dari kampus saya di Indiana University – Bloomington, yang juga berasal dari berbagai negara dan keimanan.

Kami makan malam dengan kemeriahan dan kegaduhan para lelaki muda yang positif dan berpandangan besar dan kuat mengenai masa depan.

Malam itu saya ditugasi untuk menyalakan api unggun, dan menjaga agar nyalanya tetap besar dan menghangatkan kami di malam musim dingin itu.

Di setiap kesempatan camping, saya selalu menjadi petugas api unggun, karena menurut mereka saya bisa berbicara kepada api. The man who can talk to fire. :)

Saat suasana lengang karena kami semua sudah berbaring untuk beristirahat di dini hari itu, saya mendengar suara seseorang yang seperti sedang terserang masuk angin yang akut.

Itu Jurgen. Dia masuk angin.

Saat bangun pagi, saya hampiri dia dan saya tanyakan kabarnya di pagi bersalju yang bersih dan indah itu, dan dia berkata;

I was really sick last night, Mario. Not because of anything, but because I was trying to accept your reasoning on God as objectively as I could. Rearranging what you have been believing as true for years, is not easy. But I did it. Thank you.

And you were and are right, that I should hold my judgment about God’s existence. I cannot rule that he is non existent, as long as I cannot disprove his existence.

Saya sangat sakit tadi malam, Mario. Bukan karena apa-apa. Tetapi karena saya berusaha menerima alasanmu mengenai Tuhan dengan se-obyektif mungkin. Menata ulang apa yang telah kau yakini sebagai yang benar selama bertahun-tahun, bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi saya telah melakukannya. Terima kasih.

Dan kamu benar, bahwa saya harus menahan untuk tidak membuat kesimpulan apa pun mengenai keberadaan Tuhan. Saya tidak dapat memutuskan bahwa Tuhan itu tidak ada, selama saya tidak bisa membatalkan keberadaannya.

Saya menyalaminya dengan hati yang sepengasih mungkin.

Jurgen, welcome to faith. Selamat datang di keimanan.

Dan tiga puluh tahun kemudian, di Minggu pagi di Jakarta, saya menuliskan Super Note ini karena tadi pagi saya membaca sebuah comment di MTFB yang mengindikasikan keraguan seorang sahabat mengenai peran Tuhan bagi kebaikan hati dan hidupnya.

Saya menunda hal lain yang tadinya ingin saya kerjakan di Minggu pagi yang indah ini, dan mendahulukan waktu untuk menuliskan cerita ini, dengan harapan bahwa Tuhan mempertemukan pengertian di dalamnya, dengan sahabat-sahabat saya yang sedang membutuhkan penguatan mengenai kedekatannya dengan Tuhan.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan hati kita semua, seutuhnya ikhlas menerima kemutlakan kasih sayang dan kekuasaan-Nya bagi kebaikan hidup kita, dan menurunkan jawaban bagi doa dan harapan yang telah lama kita naikkan ke langit bagi perhatian baik Tuhan.

Marilah kita menggunakan kehebatan dari kasih sayang kita kepada Tuhan, untuk menjadikan diri kita pelayan bagi kebaikan hidup sesama.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda terkasih, dari Ibu Linna dan saya.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?

Loving you all as always,

Mario Teguh

Melihat Hal-hal Biasa Dari Sudut Pandang Yang Tidak Biasa

Sahabat saya yang baik hatinya,

Semua pencapaian keberhasilan dalam kehidupan pribadi, karir, atau bisnis Anda, sangat bergantung kepada kemampuan pribadi Anda, untuk:

1. Melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yang tidak biasa,
dan

2. Menyampaikannya dengan kejelasan logika dan daya tarik yang tidak biasa baiknya.

Sesungguhnya, tidak ada kebutuhan baru dalam kehidupan ini. Karena, semua yang kita sebut baru itu adalah cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan lama kita, yang berupa cara-cara yang lebih baik dari pada cara-cara lama kita.

Anda yang bisa melihat cara baru untuk memenuhi kebutuhan yang penting, akan ditempatkan pada posisi yang dihargai tinggi, dan yang dipercayakan kepemimpinan dalam bidang itu.

Lebih hebat lagi, jika Anda memiliki kemampuan untuk ‘menjual’ pengamatan unik Anda itu dengan paparan logika yang kejelasannya tak terpikirkan oleh orang lain, dan dengan daya tarik ‘personal style’ Anda yang juga tidak lazim baiknya.

Mohon selalu Anda sadari, bahwa keberhasilan apa pun yang sudah Anda capai, dan keberhasilan berikutnya yang masih berada dalam daftar impian Anda, semuanya berdiri di atas kualitas pribadi Anda.

Hanya Anda lah yang bisa memberhasilkan Anda.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

WordPress Themes