Category: Tujuan Hidup

Kritik Bahan Bakar Semangat Berkobar

Dalam berbisnis kita tidak boleh merasa puas dengan keadaan yang telah kita dapatkan.Saat Kita menemui kendala segera cari peluang yang lain”Demikian urai karib saya Yusni Aribowo,SE seorang Enterpreuner ulet dari Kota Minyak Cepu.

Obrolan pembuka suatu pagi cerah di pojok dapur Rumah Makan Pondok Lesung Asri, Padangan Bojonegoro.Sambil membakar ikan Gurame pesanan pelanggan, Pebisnis yang dikarunia enam orang anak ini berbagi kiat.

Saya bersilaturahim dengan karib kecil saya ini setelah tak bersua beberapa tahun.Kewirausahaan memang sangat lekat dengannya :Ayah, Ibu, Kakek dan semua Om nya pun memilih jalan yang sama.Like Father like son,ungkapan yang sangat cocok untuk menggambarkan pilihan hidupnya.

Setamatnya study di salahsatu Perguruan Tinggi di Jakarta, dia memilih
pulang kampung.Membantu mengurus Bisnis Bapaknya.Bermacam bisnis pun telah dirambahnya, mulai kontraktor sipil,Supplier jasa, catering, laundrey yang terakhir adalah rumah makan.

Berguru Bisnis langsung dengan sang Bapak-pun harus dilakoninya.Saat Sang Bapak dipanggil yang Maha Kuasa estafet bisnis pun berpindah. Generasi pertama meletakkan dasar bisnis membuka peluang, generasi kedua mempertahankan dan mencari terobosan untuk tetap survive.

Sang Bapak adalah kontraktor kenamaan di Cepu,berpuluh tahun menjadi rekanan Migas-Pertamina.Reputasi dan unjuk kerja menjadi jaminan atas proyek garapannya. Job mengalir dan pundi-pundi rejeki terus membanjir.

Saat Yusni duduk sebagai Nakhkoda Bisnis ,jaman berubah tantangan
berganti.Kebijakan Pemerintah mengalami banyak pergantian.Aturan tender tak seperti waktu sebelumnya, harga dipangkas.Sehingga sulit berbisnis dengan harga yang minim.

Mundur bukan berarti hancur,tak ada kata menyerah apatah lagi berucap kalah.Otak diputar,peluang di baca hingga terbetik keinginan membuka usaha Rumah Makan lesehan.”Hobiku memang kuliner” begitu alasan yang disampaikan saat saya tanya alasan membuka usaha barunya.

Rumah makan dipilih karena dirasa masih adanya ceruk peluang banyaknya pendatang.Keinginan konsumen yang membutuhkan suasana berbeda.Pilihan ini tidak salah, meski masih berusia belia, beberapa tamu penting pernah singgah seperti PANGDAM V Brawijaya, juga beberapa Pejabat Pertamina Pusat.

“Hal penting lain dalam bisnis adalah bisa memberi pekerjaan ke orang
banyak, bisnis kita akan banyak didoakan orang.Maka tak usah menunggu kondisi ideal.Setelah terlihat peluang, potensi pasar segera beranikan diri untuk berjuang.Kesempurnaan bisnis dapat diselesaikan dengan menutup setiap kekurangan setelah peluang digulirkan”tuturnya.

Keberanian ini sebelumnya menjadi kendala dalam langkah bisnisnya. Kondisi ideal sempurna malah menjadikannya takut memulai.Padahal saat semua dimulai pasar bisa menerima,meski kekurangan disana-sini masih ditemui.Saat saya berdiskusi dengannnya disuatu pagi, tercetus kesimpulan bahwa keluhan pelanggan adalah sarana tepat untuk memperbaiki kondisi.

Dimulai dengan menyediakan KRISAN,lembar Kritik – Saran disetiap
meja.Harapannya pelanggan yang merasa belum puas akan bisa mengisi dan menyerahkan.Evaluasi akan dilakukan tiap pekan dengan menjadikan KRISAN sebagai bahan kajian.

Bisnis Rumah Makan adalah bisnis kepercayaan, persaingan akan berada
ditingkat kepuasan.Kritik perlu disikapi sebagai bahan bakar,menjaga
semangat tetap berkobar agar keluhan bukan sebatas kebuntuan. Pelanggan loyal akan mudah bertahan kalau semua keinginan telah mereka dapatkan.

Dalam hati saya merasa senang karena Yusni cukup responsive atas setiap keluhan .Untuk menyenangkan pelanggan tak jarang dia memberikan ”kompensasi” berupa sajian makan gratis menu tertentu.Ini diberikan saat tamu dirasa terlalu lama menunggu hidangan dihantarkan.Maklumlah karena banyaknya permintaan kadang antrean sering juga menjadi keluhan.

Bagi anda yang kebetulan melintas di jalur Bojonegoro-Cepu silahkan mampir ke warung lesehan asyik wal maknyus ini.Lokasinya berada di desa Klotok kecamatan Padangan, Bojonegoro

Lukman Setiawan
>> LSe Access
Creative I Solutive I Inspirative
Management Bussiness System Consultant

Today Business Quote

A business has to be involving, it has to be fun, and it has to exercise your creative instincts. – Richard Branson

Sometimes when you innovate, you make mistakes. It is best to admit them quickly and get on with improving your other innovations. – Steve Jobs

The entrepreneur always searches for change, responds to it, and exploits it as an opportunity. – Peter F. Drucker

Tertawa dan Kesedihan Yang Sama

Seorang pria bijak memasuki sebuah cafe dan mulai menceritakan sebuah lelucon dan membuat semua orang dalam cafe itu tertawa.

Beberapa saat kemudian pria itu mengulangi leluconnya, namun kali ini hanya beberapa orang saja yang tertawa.

5 menit kemudian pria itu kembali menceritakan lelucon yang sama, dan ternyata tidak ada yang tertawa.

Pria inipun tersenyum lebar, sambil berkata:
“Bila kamu tidak bisa tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang-ulang pada masalah yang sama?”

Kesusahan hari kemarin cukuplah untuk kemarin, awali hari ini dengan senyum.

Semoga menginspirasi,
Salam DAHSYAT!

Fuad Zakiy
Authorized Trainer Mr. Tung Desem Waringin (Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia)

Great Father = Great Children

(George Herbert)

“Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari ayahnya, akan tumbuh dgn kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam. Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.”

Para ayah,
Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda.

Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran & moral.
Dan Anda tidak akan menyesal,
karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetapi seorang pria yg anaknya berkata: “Aku mau menjadi seperti ayah” atau “Aku mau seorang suami yang seperti ayah”

Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah.

Semoga bermanfaat,
Salam DAHSYAT!

Fuad Zakiy
Ketua 2 HIPMI BPC Surabaya
Authorized Trainer Mr. Tung Desem Waringin (Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia)
www.Training-Motivasi.com

Mario Teguh Mentoring Forum Day 1

Ini adalah prolog Pak Mario Untuk Mario Teguh Mentoring Forum Hari Pertama ” BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA? :

Sesungguhnya, setiap orang sedang menunggu kehidupan yang lebih baik.

Dan yang lebih baik itu tidak selalu berarti keadaan ekonomi yang lebih baik, tetapi semua hal yang menjadikan kualitas hidup kita baik.

Kita merindukan kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan, TANPA menyadari bahwa itu semua adalah AKIBAT.

Sehingga kita sesungguhnya, sedang meminta sampai di suatu tempat tanpa menyadari bahwa kita harus melakukan sesuatu yang menghasilkan akibat yang kita minta.

Sesungguhnya, yang harus kita upayakan adalah sikap, cara-cara, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain yang menjadi SEBAB bagi tercapainya impian-impian hati kita.

Sekarang, IJINKANLAH SAYA BERTANYA, dan mohon Anda jawab dengan bebas, sebelum saya meneruskan dengan bahasan yang membuka pengertian yang lebih berdampak bagi pembaruan sikap dan cara yang menjadikan kita pribadi yang lebih beruntung.

BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA?

Ini adalah bimbingan pertama dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Terima kasih atas jawaban-jawaban baik Anda.

Bolehkah saya menyimpulkan bahwa

Peran nasib bagi keberhasilan kita adalah 100%

Kita bersekolah dan belajar agar kita beruntung, kita bersikap baik agar kita beruntung, kita taat dalam beribadah agar kita beruntung, kita berpikir keras menemukan cara untuk menguntungkan pelanggan agar kita beruntung, dan kita bekerja keras bagi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga kita, semuanya agar kita beruntung.

Next:

Saya akan post masukan berikutnya di kolom kiri pada halaman ini.

Please stay with me.

Mario Teguh

Lalu ini bimbingan kedua dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Semua hal baik yang Anda inginkan, hanya bisa Anda dapatkan dengan jujur melalui PERSETUJUAN orang lain.

Semakin Anda mudah disetujui, akan semakin banyak dan semakin besar hal-hal baik yang bisa Anda dapatkan.

Sehingga,

Kunci dari mendapatkan apa yang Anda inginkan dari orang lain, adalah menjadi pribadi yang lebih mudah disetujui oleh orang lain.

Sekarang,

Mohon Anda membuat penilaian, dalam persentase, kira-kira berapa nilai kemudahan Anda untuk disetujui oleh orang lain.

Apa saja kualitas diri Anda, yang menjadikan Anda pribadi yang mudah disetujui.

Apakah Anda sudah ada gambaran mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas diri Anda dalam hal ini?

Saya tunggu ya?

Mario Teguh

Dan ini bimbingan ketiga dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Anda akan menjadi pribadi yang mudah disetujui oleh orang lain, jika Anda dilihat sebagai pribadi yang menjanjikan keuntungan bagi mereka.

Maka, apa pun diri Anda, usia, latar-belakang pendidikan atau pengalaman, suku, ras, atau keyakinan Anda; jika sikap dan cara-cara Anda menjanjikan keuntungan bagi mereka yang Anda kenal dan yang mengenal Anda, Anda akan

1. Diutamakan namanya
2. Ditinggikan kedudukannya
3. Dihargai waktu dan kehadirannya

Sekarang, mohon Anda rincikan, apa saja yang sedang Anda lakukan yang bisa dilihat sebagai keuntungan bagi orang lain?

Janganlah sampai kita dilihat oleh orang lain sebagai bagian dai masalah dan beban biaya yang tak ikhlas mereka keluarkan.

So, what do you think?

Mario Teguh

Ini bimbingan keempat dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Masalahnya, TIDAK SEMUA ORANG BERKUALITAS YANG BISA MENGUNTUNGKAN ORANG LAIN, TAMPIL SEPERTI ORANG YANG BERKUALITAS.

Itu sebabnya, kita sering melihat perusahaan menugaskan orang yang tidak begitu mampu, untuk memimpin orang-orang yang lebih jujur dan mampu.

PENAMPILAN ANDA MENENTUKAN KESAN AWAL YANG PENTING BAGI KEPERCAYAAN ORANG LAIN KEPADA ANDA SELANJUTNYA.

Sekarang, pertanyaan saya adalah:

Apakah yang Anda lakukan untuk menjadikan diri Anda pribadi yang menampilkan dengan jelas, walau tanpa pamer, bahwa Anda adalah pribadi baik yang memiliki kemampuan untuk menguntungkan orang lain?

Mohon Anda pikirkan dan uraikan secara tertulis apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kesan dari penampilan Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini  bimbingan kelima dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Penampilan Anda menentukan hampir semua penilaian orang lain terhadap Anda.

Seseorang tidak mungkin menjadikan dirinya tampil lebih baik daripada penghargaannya terhadap dirinya sendiri.

Maka,

Batas penghormatan kepada seseorang adalah batas keindahan penampilan dari dirinya sendiri.

Sehingga,

Anda yang menghormati diri sendiri, akan berhati-hati dalam memilihkan sikap dan perilaku pribadi, yang menjadi penentu penghormatan orang lain kepada Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini bimbingan keenam dari Pak Mario:

Dan engkau bertanya kepadaku,
lalu bagaimana dengan takdir?

Memang ada apa dengan takdir?

Aku sama sekali tak tahu tentang takdirku sendiri,
apalagi tentang takdirmu.

Katakanlah,

Aku sama sekali tak merisaukan takdirku.

Aku berperilaku sebaik mungkin,
dan berupaya seikhlas mungkin,
agar aku menjadi pribadi yang bernasib baik,
yang pantas bagi sebaik-baiknya takdir.

Amien

Mario Teguh

Ini bimbingan ketujuh dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang besar impiannya,

Berikut adalah tiga pilihan penampilan yang sebaiknya mewakili kualitas pribadi Anda yang baik dan menjanjikan keuntungan bagi orang lain, yaitu sebagai pribadi yang:

1. Setia kepada yang benar.
2. Berlaku penuh hormat.
3. Bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam.

Ketiga nilai di atas adalah Nilai-Nilai Inti MTSC.

Jika Anda tampil setia kepada yang benar, Anda diijinkan untuk memulai pekerjaan yang membuktikan kejujuran dan keamanahan Anda.

Jika Anda berlaku penuh hormat, Anda akan disayangi oleh yang lebih senior, dihormati oleh yang muda, dan dihargai oleh semua.

Jika Anda bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam, hanya masalah waktu sebelum Anda dinaikkan ke kelas-kelas kehidupan yang sejahtera dan berwenang.

Bukankah itu sudah merupakan keberuntungan yang bisa dengan logis kita mulai hari ini?

So, what do you think?

Mario Teguh

Dan ini adalah kesimpulan akhir dari MT Mentoring Forum Hari Pertama yang di sampaikan Pak Mario:

Sahabat saya yang besar impiannya,

Mudah-mudahan Anda sudah pernah membaca sebuah tulisan pendek yang saya post sebagai Status di Facebook.marioteguh.asia

Kita terlalu sibuk memikirkan nasib,
sampai lupa bahwa setiap orang
PASTI memiliki nasib.

Yang berbeda adalah kualitas dari nasibnya.

Tuhan telah menyerahkan KUALITAS NASIB
sebagai tanggung-jawab penuh setiap jiwa.

Sehingga,
mengeluhkan kualitas nasib adalah
mengeluhkan kualitas upaya kita sendiri.

Padahal,

Mengeluh adalah menyalahkan
tanpa mau menjadikan benar.

Mudah-mudahan bahasan kita hari ini sudah memulai pikiran logis kita semua untuk secara bertahap, sadar, dan sabar kita menapaki perjalanan seumur hidup, untuk menjadikan diri kita pribadi yang mudah disetujui.

Dengannya, kita akan menjadi pribadi yang lebih dekat dan lebih mudah mendapatkan yang selama ini hanya menjadi angan-angan kita.

Dan dengannya, kita menjadi pribadi yang lebih pantas bagi rezeki yang lebih baik.

Sehingga, dengan penuh syukur kita menghirup nafas kedamaian dalam kehidupan yang sejahtera dan berwenang, karena kita adalah pribadi yang lebih beruntung.

Kita cukupkan dulu bahasan kita hari ini, dan sampai kita bertemu lagi esok pagi.

Saya mohon Anda mengulang baca hal-hal penting yang ada dalam posting semua sahabat Super Members.

Jika Anda memerlukan koleksi dari semua respon saya hari ini, mohon click | Mario Teguh Comments |

Mudah-mudahan keikhlasan hati Anda untuk membarukan sikap dan cara-cara Anda, mengundang Tuhan untuk menyegerakan jawaban bagi semua doa dan harapan Anda.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Ratapan Seorang Istri

Tadi malam aku nonton TV dan disitu ada scene (bagian film) yang buat aku lebih mantap dengan jalan yang aku pilih. Di scene tadi diceritain ada seorang istri yang merasa kehilangan suaminya. Meraka gak bercerai, mereka masih hidup dalam 1 atap, tapi sang istri begitu merasa kehilangan suaminya.

Kenapa?

Itu karena kesibukan suaminya di kantor…

Memang sudah menjadi sebuah kewajiban seorang suami untuk menafkahi istrinya. Untuk membiayai kehidupan keluarganya. Seperti makan, bayar listrik, air, biaya sekolah anak, dll. Itu sudah menjadi kewajiban suami. Ini lebih tepatnya disebut nafkah lahir (materi).

Tapi apa itu aja yang dibutuhkan istri ?

Ternyata nggak,

Bagi seorang istri yang baik (“sholehah”-red), mereka juga butuh yang dinamakan nafkah batin. Tapi.. celakanya banyak orang yang mengartikan nafkah batin ini adalah yang berhubungan dengan hal itu tu.. (khusus dewasa, hehehe-red). Padahal nafkah batin ini artinya LUAS (menurutku sih..). Nafkah batin itu bisa berupa kasih sayang, perhatian yang lebih, memanjakan istri, membimbing istri, memberi contoh yang baik pada istri, dan masih banyak lagi. Itu yang lebih dibutuhkan seorang istri daripada hanya sekedar materi.

Seringkali saat para istri menuntut perhatian yang lebih ke suaminya yang (sok) sibuk dengan kerjaanya, biasanya si suami jawab kayak gini

“Ayah kan kerja juga untuk bunda, untuk keluarga kita… “

Yeah.. tu mah jawaban klasik. Bilang aja udah bosen sama istrinya, makanya nyibukin diri di kerjaan (tapi syukur sih kalo emang sibuk beneran, hehehe).

Tapi para istri juga kudu nyadar.. kudu peka, kalau memang suaminya sibuk beneran ya seharusnya mereka dukung sang suami. Misal ditemenin lembur, dibantu nyelesai’in kerjaanya, terus memberi support, dll. Kalau sama-sama “ngerti” pasti enak kok…

Trus apa hubungannya cerita di TV tadi dengan jalan yang aku pilih ?

Gini… Aku memilih jalan bisnis sebagai jalan untuk mencari nafkah. Aku lebih milih usaha sendiri daripada harus jadi pegawai atau karyawan orang lain. Karena dengan aku punya usaha sendiri, aku BEBAS. Aku bebas ngatur waktu, aku bebas mau kerja di kantor atau di rumah semua terserah aku, aku bebas nentuin gajiku sendiri, dll. The point is I’m FREEEE !

Sebenernya salah satu tujuanku bisnis adalah biar aku punya waktu banyak untuk keluargaku. Karena bagiku keluarga adalah segalanya. Aku bisa ninggalin apapun asal itu demi keluargaku. Asal itu bisa bikin keluargaku bahagia. Kebahagiaan keluargaku adalah prioritas utama dalam hidupku setelah Tuhanku.

Mungkin saat ini aku masih single. Aku belum punya istri. So, yang jadi prioritasku saat ini adalah kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku selalu berusaha untuk mengukir senyum diwajah mereka dengan semua pencapaianku, dengan kehadiranku di tengah-tengah mereka, bahkan di saat aku jauh dari mereka, aku ingin selalu membuat mereka tersenyum. Saat ini pun aku mempunyai PR besar untuk membahagiakan mereka, yaitu dengan menghadiahkan sebuah mobil untuk mereka, semoga tahun ini mobil itu bisa terwujud. Amin…

Dan nanti saat aku sudah menikah, aku akan berusaha mencurahkan segenap waktu dan perhatianku untuk istri tercintaku. Aku akan berusaha selalu bersama istriku. Kan di perusahaan aku bosnya.. jadi aku bebas dong mau kerja di mana, mau di rumah, di kantor, atau sambil jalan-jalan sama istri semua terserah aku, enak kan? hehehe..

Sebenarnya ini juga karena dulu ada teman kakakku yang cerita kalau pacarnya ngeluh:

“Mas, buat apa mas kerja kalau aku ngerasa kehilangan mas? Mas kerja kan untuk kebahagiaan kita, tapi kalau aku gak ngerasa bahagia buat apa mas kerja?”

Nah.. dari cerita teman kakakku itulah aku tambah bersemangat untuk menekuni dunia bisnis. Dan aku semakin mantap memilih dunia bisnis setelah aku magang kerja. Saat itu aku berusaha menikmati posisiku sebagai pegawai sebuah perusahaan. E.. bukannya menikmati malah aku merasakan kebosanan, kerjaannya monoton, gak ada pengembangan diri dan kualitas pribadi. Yang lebih parahnya lagi, hampir semua pegawai juga mengeluh. Mulai dari Office Boy (OB), marketing, admin sampai Supervisor semuanya ngeluh, yang gak ngeluh cuma Managernya (yaiyalah dia yang punya perusahaan..). Ada yang ngeluh masalah gaji, waktu kerja, kerjaan yang harus dikerjakan dan macam-macam.

Sebenarnya masih banyak alasan kenapa aku memilih BISNIS, yang semua alasan itu aku pelajari dari kehidupan orang-orang yang lebih tua dari aku dan mereka mengeluh dengan kehidupannya yang hanya jadi ‘pegawai atau karyawan’. So, akhirnya aku mencapai pada satu kesimpulan, bahwa:

“Dunia bisni mengajariku semua hal yang aku butuhkan dalam kehidupan ini. Di bisnis aku diajarkan membangun hubungan (relationship), diajarkan bagaimana melayani sesama dengan baik (service excellent), menjaga dan meberikan kepercayaan (trust), member dengan tulus (giving) dan masih banyak lagi. Terlebih lebih dunia bisnis memberiku kebebasan untuk terus mengembangkan pribadi, kecerdasan, dan kepekaan perasaan, dan kebaikan lainnya sehingga aku bisa menjadi PRIBADI TERBAIK”.

Bagaimana dengan kamu ? Setuju?

^_^

Siddiq

Nasehat Pak Mario Tentang Rencana Kehidupan

Pagi ini saat saya pertama kali buka akun Facebook saya, saya langsung menemukan sebuah super status dari Pak Mario Teguh yang sangat saya suka yang selanjutnya saya jadikan status FB saya. Inilah super status itu:

Pak Mario, mengapa kita harus
merencanakan kehidupan?

Tanpa rencana,
hidup kita hanya akan disibukkan
dengan berpindah dari satu masalah
ke masalah yang lain,
tanpa jelas untuk apa.

Tanpa rencana,
kita akan mencari kerja,
bekerja keras, dan
melalui semua kesulitan hidup,
tanpa tahu untuk apa.

Yang hidup dengan rencana – saja,
sering dikagetkan oleh kehidupan,
apalagi yang santai menua tanpa rencana.

Mario Teguh

Yeah… Super status ini menekankan betapa PENTINGnya kita memiliki RENCANA dalam HIDUP kita. Tapi bagaimana kita memiliki rencana kalau kita tidak memiliki TUJUAN HIDUP?

So, mari kita bersama-sama merancang kehidupan kita, agar setiap langkah yang kita lakukan dalam hidup ini penuh arti dan memiliki arah yang jelas.

Semoga Tuhan selalu mengalirkan kekuatan dan kasih sayang pada kita semua agar kita bisa segera meraih mimpi dan tujuan hidup kita masing-masing. Amiiin…

Bagaimana ? Anda setuju dengan saya? ^_^

Salam,
^_^
A. Siddiq

Tujuan Itu… Membaikkan

“Kalau kita tidak tahu akan kemana, maka kita tidak akan sampai di mana-mana”

Berbicara tentang tujuan hidup, pada dasarnya dalam melakukan segala hal manusia itu secara alamiah sudah memiliki tujuan (niat) dan alasan. Bahkan saat melamun pun kita memiliki tujuan, untuk merelekskan otak kita, betul tidak? Tidur kita pun memiliki tujuan yang jelas, untuk menyalurkan rasa kantuk atau rasa capek kita, iya kan?

Nah… Hanya saja kita sering salah dalam memilih tujuan, dan parahnya lagi kita tidak mau jujur pada diri kita sendiri kalau tujuan kita salah. Sering kali tujuan kita hanya untuk sebuah kesia-siaan (tak berarti), karena itulah kita tidak berani menyebutnya TUJUAN.

Oke, lantas bagaimana Tujuan yang benar dan penuh arti?

Tujuan Tuhan Menciptakan Manusia
Dalam kitab suci Al – Qur’an (dan saya kira ini juga berlaku untuk semua kitab suci), Tuhan menjelaskan bahwa Beliau menciptakan manusia hanya untuk dua hal :

  1. Menjadi Pemimpin (Pengelola) di bumi ini
  2. Menjadi Hamba yang taat pada Tuhan sebagai wujud syukur kita atas semua karunia-Nya.

Hanya dua tujuan, sangat sederhana bukan ? Dari jumlahnya memang kelihatan sangat sederhana, tapi tidak sederhana pada pelaksanaanya !

Tujuan itu HARUS Membaikkan !
Walaupun pada dasarnya dalam melakukan setiap hal manusia sudah memiliki tujuan (niat) yang jelas, hanya saja kita seringkali tidak berani mengatakan itu tujuan kita, karena tidak benar-benar sesuai dengan hati kita. Ingat ! Hati kita adalah Alarm yang paling peka !

Saat ada yang tidak sesuai dengan hati, ia akan langsung berteriak. Hanya saja seringkali kita tidak mau mendengar apa kata hati kita, bahkan kita pura-pura tidak mendengarnya.

Dalam hidup ini, kita memang di haruskan memiliki tujuan (visi/cita-cita) hidup yang jelas. Kenapa? Agar hidup kita selalu terarah. Dan kita selalu membuat kemajuan (progress) dalam hidup kita.

Tapi tadi katanya setiap manusia sudah memiliki tujuan, berarti sebenarnya setiap manusia sudah memiliki tujuan hidup dong?

Tidak…

Tidak semua manusia berani memikirkan bahkan merencanakan masa depan. Seringkali kita terlalu takut dengan masa depan kita, sehingga tidak semua dari kita berani memiliki tujuan hidup yang jelas. Padahal, kebaikan masa depan kita ditentukan oleh kebaikan yang kita lakukan hari ini (Mario Teguh).

Ada juga yang bertanya: Saya sudah memiliki tujuan yang jelas, apakah saya harus memperjuangkannya mati-matian ?

Harus itu ! Tujuan hidup kita harus di perjuangkan. Tapi tunggu dulu…

Ada satu masalah lagi, setelah kita memiliki tujuan hidup yang jelas, kita masih harus menguji apakah tujuan hidup itu “membaikkan?”. Nah… Tujuan hidup yang membaikkan itulah yang harus kita perjuangkan.

Saya menggunakan kata “membaikkan”, bukan ‘baik’. Kenapa? Karena kata ‘baik’ itu hanya berorientasi (mengarah) pada hasil, dan tidak mempengaruhi apapun. Tapi kalau kata “membaikkan” itu tertuju pada proses dan hasil, serta akan memiliki pengaruh pada sekelilingnya.  (Mohon dikoreksi jika ada yang salah dalam saya mengartikan kedua kata itu :) ).

Lalu, bagaimana Tujuan Hidup yang membaikkan itu?

Tujuan hidup itu HARUS membaikkan 4 hal berikut, semuanya harus tercakup, tidak boleh terpisah. Yaitu:

  1. Membaikkan TUHAN kita
  2. Membaikkan DIRI kita
  3. Membaikkan ORANG TUA kita
  4. Membaikkan LINGKUNGAN SEKITAR kita.

Empat elemen di atas tidak boleh dipisah-pisahkan. Karena percuma kita memiliki tujuan yang baik, tapi dalam pelaksanaannya harus ada yang tersakiti. Iya kan?

Saya kira 4 elemen tadi sudah mencakup 2 tujuan Tuhan dalam menciptakan kita (manusia) di bumi. Karena saat kita MEMBAIKKAN TUHAN kita, maka sesungguhnya kita adalah hamba Tuhan sejati. Dan saat kita bisa MEMBAIKKAN ORANG TUA dan LINGKUNGAN SEKITAR kita, maka kita adalah seorang pemimpin yang sejati.

Saat manusia masih muda (usia 15 – 20 thn), saat mereka sedang mencari tujuan hidupnya, mereka selalu dibayang-bayangi dengan pertanyaan “Bagaimana kalau tujuanku tidak disetujui orang tuaku?”

Saudaraku.. Kalau kita yakin Tujuan kita Membaikkan, kita tidak perlu takut untuk menyampaikannya ke orang tua kita. Tapi sampaikanlah dengan penuh hormat, santun, dan penuh kasih sayang. Tidak ada tujuan baik yang dikotori dengan prilaku yang tidak baik. Sampaikanlah keinginan (tujuan) kita ke orang tua kita, jika mereka tidak setuju tanyakan alasan mereka. Lalu renungkanlah alasan orang tua kita itu, pasti ada yang bisa kita terima.

Ingat, orang tua kita jauh lebih mengerti tentang kehidupan ini. Jadi TURUTI apa kata mereka. Jika keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan orang tua kita, turuti keinginan orang tua kita. Kalau kita yakin bahwa tujuan (keinginan) kita membaikkan, maka sambil menuruti keinginan orang tua kita, tetaplah fokus untuk meraih mimpi kita. Buktikan bahwa kita bisa meraih mimpi kita dan MEMBUAT orang tua kita BANGGA.

Tapi jika dalam usaha meraih mimpi kita ada keburukan yang kita dapat, maka kita harus berani MENANGGUNG SENDIRI akibat yang ada TANPA melibatkan orang tua kita.

Mungkin ada yang bertanya, apa TUJUAN HIDUP saya? (PD.com, hhe..)

Saat ini tujuan hidup saya adalah ‘mendapatkan sebanyak mungkin ucapan TERIMA KASIH’.

Kenapa?

Karena saat ada orang yang mengucapkan ‘terima kasih’ pada saya, itu berarti saya sudah bermanfaat bagi orang tersebut. Dan agama saya mengajarkan “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya (serta lingkungannya)”. Itulah cita-cita terbesar saya… ^_^

“Orang yang memiliki harapan (keinginan/tujuan) akan selalu bisa melihat kemudahan dalam kesulitan”.

Bagaimana? apakah anda setuju dengan saya? :)

Terima kasih sudah berkenan membaca catatan saya,

Salam hormat,
^_^
Siddiq

Mengalirlah Dengan Tujuan Yang Jelas

Saat ini saya sedang menyiapkan materi motivasi yang akan saya berikan pada adik-adik saya di MTsN Model Babat Lamongan besok tanggal 9 April 2011. Secara pribadi saya merasa belum pantas untuk memberikan ‘ceramah’ motivasi kepada orang lain. Karena saya sendiri merasa belum cukup mengenal kehidupan ini. Saya sendiri juga masih sering down, dan terlebih saya juga belum pantas untuk di sebut sebagai orang sukses yang pantas memberikan motivasi pada orang lain, apalagi nanti pesertanya puluhan sampai ratusan.

Ya… saya hanya merasa belum pantas!

TAPI,

Bukankah menasehatkan kebaikan adalah suatu amanah dari Tuhan? Dan tidak ada syarat resmi & tertulis yang menyatakan bahwa “Hanya orang sukses dan orang suci sajalah yang boleh memberikan nasehat dan motivasi”, tidak ada aturan seperti itu bukan?

So, maka dari itu saya tetap Percaya Diri (baca: PeDe-red) untuk memberikan motivasi dan berbagi kisah hidup yang pernah saya alami kepada adik-adik saya di MTsN Model Babat Lamongan. Jika ada nasehat kebaikan yang akan saya sampaikan nanti belum ada pada diri saya, atau belum pernah saya lakukan, maka saya yakin cepat atau lambat Tuhan akan memaksa saya untuk mengalaminya dan menjadikannya ada pada diri saya. Dan dengan ijin Tuhan, saya siap!

Materi-materi motivasi yang akan saya sampaikan nanti adalah tentang Tujuan Hidup.

Ini karena saya melihat kebanyakan dari teman-teman seusia saya dan lebih tua sedikit dari saya yang kehidupannya tidak jelas dan (menurut pendapat orang) gagal, adalah mereka-mereka yang tidak memiliki Tujuan Hidup dengan jelas. Mereka tidak pernah tahu akan kemana? Bahkan mereka juga tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Dengan begitu mereka juga tidak pernah tahu untuk apa sebenarnya yang mereka lakukan selama ini.

Sungguh miris memang kalau saya melihatnya…

Beberapa teman saya yang seorang mahasiswa, yang mereka tahu hanya ‘yang penting cepet lulus kuliah, nilai bagus’. Beberapa teman yang seorang pegawai, yang mereka tahu hanya ‘yang penting kerja, dapat uang’. Beberapa teman yang belum bekerja, yang mereka tahu hanya ‘bagaiman supaya cepat dapat kerja’. Hanya sebatas itu saja!

Padahal kehidupan ini sangat panjang! Berapapun usia kita nanti, kehidupan ini akan terasa sangat panjang. Kita tidak hidup hanya di masa sekarang. Kita pernah hidup di masa lalu, dan yang pasti, kita juga HARUS mengalami masa depan!

Jadi, kalau kita tidak menyiapkan masa depan sekarang, mau kapan lagi kita bersiap-siap ?

Ingat:

“Setiap manusia pasti bertambah tua, tapi tidak setiap manusia bertambah dewasa”, Mario Teguh.

“Dewasa bukanlah tentang usia, tapi dewasa adalah tentang pilihan sikap (tindakan/prilaku).”, Mario Teguh.

“Jika kita tidak tahu mau kemana, maka kita tidak akan pernah sampai kemana-mana.”, Unknown.

Biasanya, orang yang di nasehati agar memiliki tujuan hidup selalu ngeyel begini: “Biarlah hidup saya mengalir apa adanya seperti air…”

Mengalirlah dengan Tujuan yang jelas

Hmm… Bukankah air juga mengalir dengan TUJUAN yang jelas? dari atas ke bawah.

“Jadi, boleh saja anda mengalir dalam kehidupan ini, tapi mengalirlah dengan TUJUAN yang JELAS ! “, Ahmad Siddiq (2011).

Bagaimana? Apakah anda setuju dengan saya? ^_^

Terima kasih sudah berkenan membaca catatan saya.
Salam,

A. Siddiq

WordPress Themes