Ngiklan = Beli Data, Bukan Sekedar Konversi Atau Sales

10526094_1452377168382678_1780214486659670443_n

Ketika Anda ber-iklan menggunakan media apapun itu (Adword, FB, PPV, dsb) apa yang Anda sebetulnya dapatkan? SALES atau Konversi?? Ya, tapi sempit sekali kalau seperti itu cara berfikirnya. Oleh karenanya banyak Affiliate Marketing di Indonesia sales atau konversinya kayak gelombang laut, kadang besar, kadang ngamuk, kadang adem, adem dan adem seterusnya…. Karena apa? Karena ukurannya cuma SALES…

Kalau Anda ber-iklan, sesungguhnya yang Anda peroleh itu jauh lebih besar daripada sekedar SALES. Ber-iklan sebenernya anda sedang MEMBELI DATA yang Anda filter berdasarkan asumsi dan kondisi yang Anda inginkan. Begitu iklan Anda tersebut disebar (berjalan) yang datang ke target iklan itu adalah TRAFFIC dan isi dari TRAFIC itu adalah DATA/INFORMASI, effectnya adalah konversi atau sales.

Sangat disayangkan sekali kalau data itu hanya lewat saja dan yang dilihat hanya konversinya. Padahal traffic yang datang dari iklan tersebut berisi data yang sangat kaya informasi, mulai dari demografi (negara, kota, wilayah), Device yang dipakai (Komputer, Gadget), Koneksi yang dipakai (WIFI, MOBILE), sampai ke Carrier nya (Telkomsel, XL, dsb). Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana menangkap Data/Informasi yang ada tersebut? Memang beberapa Traffic Source besar seperti Google dan Facebook menyediakan beberbagai laporan atau Insight dari traffics yang dihasilkan oleh iklan tersebut, tapi seringkali informasinya sangat terbatas dan terlambat. Akibatnya adalah, Anda sering terlambat bahkan tidak cukup informasi diperoleh untuk melakukan optimasi pada iklan Anda. Yang lebih parah lagi, keputusan Anda menjadi salah dan ahirnya kehilangan peluang.

Ada sebuah pengalaman pribadi, ketika suatu saat saya memasang iklan untuk sebuah offer, hasil riset awal, saya punya asumsi bahwa pengguna atau yang biasa memanfaatkan offer tersebut adalah para pemakai operating sistem Android dan iOS. Setelah saya coba running iklan tersebut 1-2 hari, saya mendapatkan kenyataan bahwa hasil konversinya sangat rendah, alias ROI nya minus. Saya hampir memutuskan untuk menghentikan Campaign saya untuk offer tersebut, namun karena saat awal beriklan saya punya prinsip bahwa beriklan di awal itu utamanya adalah membeli data, maka diawal saya melakukan split Campaign di Traffic Source tidak hanya ke Android dan iOS saja tapi saya sertakan juga ke Operating System lainnya.

os

Ketika saya melakukan evaluasi terhadap data/informasi yang diperoleh dari hasil iklan tersebut, saya menemukan satu titik cahaya di Campaign yang justru tidak ditujukan ke Android dan iOS, dimana untuk yg bukan kedua OS tersebut ROI nya justru sangat tinggi, ahirnya saya mencoba melakukan optimasi dengan menggeser “Angle” iklan terhadap OS selain dari Android dan iOS pada Campaign nya di Traffic Source. Apa yang terjadi? BUMP!! Hasilnya sangat dahsyat, offer tersebut menghasilan konversi lebih dari $7000 dalam 1.5 bulan!

Hasil riset yang dijadikan asumsi awal saat kita ber-iklan justru seringkali salah, tapi data yang terkumpul dari hasil ber-iklan itu adalah FAKTA yang tidak terbantahkan.

Masalahnya adalah, bagaimana kita melakukan capture data terhadap traffic yang datang dari iklant tersebut? Anda tidak bisa mengandalkan Report atau Insight dari Traffic Sources, yang harus Anda gunakan adalah tools, Tracking Tools! Hanya itu yang bisa membantu Anda dalam meng-evaluasi data/informasi yang Anda peroleh secara CEPAT dan AKURAT. Sehingga Anda bisa melakukan optimasi yang tepat untuk Campaign Anda selanjutnya di Traffic Sources.

Oleh karena itu, Tracking Software adalah Tools yang sangat penting yang wajib seorang Affiliate Marketing miliki. Dan ada banyak Tracking Software saat ini dipasaran, pada kesempatan terpisah saya akan bahas satu persatu. Dan keterampilan Anda dalam menggunakan Tracking Software ini jelas akan menentukan nasib Anda sebagai seorang Affiliate Marketing. Bisa saja Anda berbangga dengan apa yang Anda hasilkan saat ini tanpa Tracking, namun menurut saya hal itu hanya sekedar Jackpot yang tidak akan berlangsung lama, kalau orang sunda bilang itu “lup…lep…”.

Sesungguhnya Affiliate Marketing itu pengetahuan, bukan kira-kira atau ramalan. Itu sebabnya para Affiliate dunia itu sales atau konversinya berkepanjangan, karena yang diolah bukan FEELING atau RAMALAN tapi DATA dan INFORMASI.

I’m a Marketer not a Bug Founder…

 

By Rully Kustandar

Sumber: http://tongkatajaib.com/ngiklan-beli-data/

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes