Mario Teguh Mentoring Forum Day 1

Ini adalah prolog Pak Mario Untuk Mario Teguh Mentoring Forum Hari Pertama ” BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA? :

Sesungguhnya, setiap orang sedang menunggu kehidupan yang lebih baik.

Dan yang lebih baik itu tidak selalu berarti keadaan ekonomi yang lebih baik, tetapi semua hal yang menjadikan kualitas hidup kita baik.

Kita merindukan kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan, TANPA menyadari bahwa itu semua adalah AKIBAT.

Sehingga kita sesungguhnya, sedang meminta sampai di suatu tempat tanpa menyadari bahwa kita harus melakukan sesuatu yang menghasilkan akibat yang kita minta.

Sesungguhnya, yang harus kita upayakan adalah sikap, cara-cara, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain yang menjadi SEBAB bagi tercapainya impian-impian hati kita.

Sekarang, IJINKANLAH SAYA BERTANYA, dan mohon Anda jawab dengan bebas, sebelum saya meneruskan dengan bahasan yang membuka pengertian yang lebih berdampak bagi pembaruan sikap dan cara yang menjadikan kita pribadi yang lebih beruntung.

BERAPA PERSEN-KAH PERAN NASIB BAGI KEBERHASILAN HIDUP ANDA?

Ini adalah bimbingan pertama dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Terima kasih atas jawaban-jawaban baik Anda.

Bolehkah saya menyimpulkan bahwa

Peran nasib bagi keberhasilan kita adalah 100%

Kita bersekolah dan belajar agar kita beruntung, kita bersikap baik agar kita beruntung, kita taat dalam beribadah agar kita beruntung, kita berpikir keras menemukan cara untuk menguntungkan pelanggan agar kita beruntung, dan kita bekerja keras bagi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga kita, semuanya agar kita beruntung.

Next:

Saya akan post masukan berikutnya di kolom kiri pada halaman ini.

Please stay with me.

Mario Teguh

Lalu ini bimbingan kedua dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Semua hal baik yang Anda inginkan, hanya bisa Anda dapatkan dengan jujur melalui PERSETUJUAN orang lain.

Semakin Anda mudah disetujui, akan semakin banyak dan semakin besar hal-hal baik yang bisa Anda dapatkan.

Sehingga,

Kunci dari mendapatkan apa yang Anda inginkan dari orang lain, adalah menjadi pribadi yang lebih mudah disetujui oleh orang lain.

Sekarang,

Mohon Anda membuat penilaian, dalam persentase, kira-kira berapa nilai kemudahan Anda untuk disetujui oleh orang lain.

Apa saja kualitas diri Anda, yang menjadikan Anda pribadi yang mudah disetujui.

Apakah Anda sudah ada gambaran mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas diri Anda dalam hal ini?

Saya tunggu ya?

Mario Teguh

Dan ini bimbingan ketiga dari beliau:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Anda akan menjadi pribadi yang mudah disetujui oleh orang lain, jika Anda dilihat sebagai pribadi yang menjanjikan keuntungan bagi mereka.

Maka, apa pun diri Anda, usia, latar-belakang pendidikan atau pengalaman, suku, ras, atau keyakinan Anda; jika sikap dan cara-cara Anda menjanjikan keuntungan bagi mereka yang Anda kenal dan yang mengenal Anda, Anda akan

1. Diutamakan namanya
2. Ditinggikan kedudukannya
3. Dihargai waktu dan kehadirannya

Sekarang, mohon Anda rincikan, apa saja yang sedang Anda lakukan yang bisa dilihat sebagai keuntungan bagi orang lain?

Janganlah sampai kita dilihat oleh orang lain sebagai bagian dai masalah dan beban biaya yang tak ikhlas mereka keluarkan.

So, what do you think?

Mario Teguh

Ini bimbingan keempat dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Masalahnya, TIDAK SEMUA ORANG BERKUALITAS YANG BISA MENGUNTUNGKAN ORANG LAIN, TAMPIL SEPERTI ORANG YANG BERKUALITAS.

Itu sebabnya, kita sering melihat perusahaan menugaskan orang yang tidak begitu mampu, untuk memimpin orang-orang yang lebih jujur dan mampu.

PENAMPILAN ANDA MENENTUKAN KESAN AWAL YANG PENTING BAGI KEPERCAYAAN ORANG LAIN KEPADA ANDA SELANJUTNYA.

Sekarang, pertanyaan saya adalah:

Apakah yang Anda lakukan untuk menjadikan diri Anda pribadi yang menampilkan dengan jelas, walau tanpa pamer, bahwa Anda adalah pribadi baik yang memiliki kemampuan untuk menguntungkan orang lain?

Mohon Anda pikirkan dan uraikan secara tertulis apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kesan dari penampilan Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini  bimbingan kelima dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang baik hatinya,

Penampilan Anda menentukan hampir semua penilaian orang lain terhadap Anda.

Seseorang tidak mungkin menjadikan dirinya tampil lebih baik daripada penghargaannya terhadap dirinya sendiri.

Maka,

Batas penghormatan kepada seseorang adalah batas keindahan penampilan dari dirinya sendiri.

Sehingga,

Anda yang menghormati diri sendiri, akan berhati-hati dalam memilihkan sikap dan perilaku pribadi, yang menjadi penentu penghormatan orang lain kepada Anda.

Stay super!

Mario Teguh

Ini bimbingan keenam dari Pak Mario:

Dan engkau bertanya kepadaku,
lalu bagaimana dengan takdir?

Memang ada apa dengan takdir?

Aku sama sekali tak tahu tentang takdirku sendiri,
apalagi tentang takdirmu.

Katakanlah,

Aku sama sekali tak merisaukan takdirku.

Aku berperilaku sebaik mungkin,
dan berupaya seikhlas mungkin,
agar aku menjadi pribadi yang bernasib baik,
yang pantas bagi sebaik-baiknya takdir.

Amien

Mario Teguh

Ini bimbingan ketujuh dari Pak Mario:

Sahabat Super Members yang besar impiannya,

Berikut adalah tiga pilihan penampilan yang sebaiknya mewakili kualitas pribadi Anda yang baik dan menjanjikan keuntungan bagi orang lain, yaitu sebagai pribadi yang:

1. Setia kepada yang benar.
2. Berlaku penuh hormat.
3. Bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam.

Ketiga nilai di atas adalah Nilai-Nilai Inti MTSC.

Jika Anda tampil setia kepada yang benar, Anda diijinkan untuk memulai pekerjaan yang membuktikan kejujuran dan keamanahan Anda.

Jika Anda berlaku penuh hormat, Anda akan disayangi oleh yang lebih senior, dihormati oleh yang muda, dan dihargai oleh semua.

Jika Anda bekerja bersungguh-sungguh bagi kebaikan sesama dan alam, hanya masalah waktu sebelum Anda dinaikkan ke kelas-kelas kehidupan yang sejahtera dan berwenang.

Bukankah itu sudah merupakan keberuntungan yang bisa dengan logis kita mulai hari ini?

So, what do you think?

Mario Teguh

Dan ini adalah kesimpulan akhir dari MT Mentoring Forum Hari Pertama yang di sampaikan Pak Mario:

Sahabat saya yang besar impiannya,

Mudah-mudahan Anda sudah pernah membaca sebuah tulisan pendek yang saya post sebagai Status di Facebook.marioteguh.asia

Kita terlalu sibuk memikirkan nasib,
sampai lupa bahwa setiap orang
PASTI memiliki nasib.

Yang berbeda adalah kualitas dari nasibnya.

Tuhan telah menyerahkan KUALITAS NASIB
sebagai tanggung-jawab penuh setiap jiwa.

Sehingga,
mengeluhkan kualitas nasib adalah
mengeluhkan kualitas upaya kita sendiri.

Padahal,

Mengeluh adalah menyalahkan
tanpa mau menjadikan benar.

Mudah-mudahan bahasan kita hari ini sudah memulai pikiran logis kita semua untuk secara bertahap, sadar, dan sabar kita menapaki perjalanan seumur hidup, untuk menjadikan diri kita pribadi yang mudah disetujui.

Dengannya, kita akan menjadi pribadi yang lebih dekat dan lebih mudah mendapatkan yang selama ini hanya menjadi angan-angan kita.

Dan dengannya, kita menjadi pribadi yang lebih pantas bagi rezeki yang lebih baik.

Sehingga, dengan penuh syukur kita menghirup nafas kedamaian dalam kehidupan yang sejahtera dan berwenang, karena kita adalah pribadi yang lebih beruntung.

Kita cukupkan dulu bahasan kita hari ini, dan sampai kita bertemu lagi esok pagi.

Saya mohon Anda mengulang baca hal-hal penting yang ada dalam posting semua sahabat Super Members.

Jika Anda memerlukan koleksi dari semua respon saya hari ini, mohon click | Mario Teguh Comments |

Mudah-mudahan keikhlasan hati Anda untuk membarukan sikap dan cara-cara Anda, mengundang Tuhan untuk menyegerakan jawaban bagi semua doa dan harapan Anda.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Ratapan Seorang Istri

Tadi malam aku nonton TV dan disitu ada scene (bagian film) yang buat aku lebih mantap dengan jalan yang aku pilih. Di scene tadi diceritain ada seorang istri yang merasa kehilangan suaminya. Meraka gak bercerai, mereka masih hidup dalam 1 atap, tapi sang istri begitu merasa kehilangan suaminya.

Kenapa?

Itu karena kesibukan suaminya di kantor…

Memang sudah menjadi sebuah kewajiban seorang suami untuk menafkahi istrinya. Untuk membiayai kehidupan keluarganya. Seperti makan, bayar listrik, air, biaya sekolah anak, dll. Itu sudah menjadi kewajiban suami. Ini lebih tepatnya disebut nafkah lahir (materi).

Tapi apa itu aja yang dibutuhkan istri ?

Ternyata nggak,

Bagi seorang istri yang baik (“sholehah”-red), mereka juga butuh yang dinamakan nafkah batin. Tapi.. celakanya banyak orang yang mengartikan nafkah batin ini adalah yang berhubungan dengan hal itu tu.. (khusus dewasa, hehehe-red). Padahal nafkah batin ini artinya LUAS (menurutku sih..). Nafkah batin itu bisa berupa kasih sayang, perhatian yang lebih, memanjakan istri, membimbing istri, memberi contoh yang baik pada istri, dan masih banyak lagi. Itu yang lebih dibutuhkan seorang istri daripada hanya sekedar materi.

Seringkali saat para istri menuntut perhatian yang lebih ke suaminya yang (sok) sibuk dengan kerjaanya, biasanya si suami jawab kayak gini

“Ayah kan kerja juga untuk bunda, untuk keluarga kita… “

Yeah.. tu mah jawaban klasik. Bilang aja udah bosen sama istrinya, makanya nyibukin diri di kerjaan (tapi syukur sih kalo emang sibuk beneran, hehehe).

Tapi para istri juga kudu nyadar.. kudu peka, kalau memang suaminya sibuk beneran ya seharusnya mereka dukung sang suami. Misal ditemenin lembur, dibantu nyelesai’in kerjaanya, terus memberi support, dll. Kalau sama-sama “ngerti” pasti enak kok…

Trus apa hubungannya cerita di TV tadi dengan jalan yang aku pilih ?

Gini… Aku memilih jalan bisnis sebagai jalan untuk mencari nafkah. Aku lebih milih usaha sendiri daripada harus jadi pegawai atau karyawan orang lain. Karena dengan aku punya usaha sendiri, aku BEBAS. Aku bebas ngatur waktu, aku bebas mau kerja di kantor atau di rumah semua terserah aku, aku bebas nentuin gajiku sendiri, dll. The point is I’m FREEEE !

Sebenernya salah satu tujuanku bisnis adalah biar aku punya waktu banyak untuk keluargaku. Karena bagiku keluarga adalah segalanya. Aku bisa ninggalin apapun asal itu demi keluargaku. Asal itu bisa bikin keluargaku bahagia. Kebahagiaan keluargaku adalah prioritas utama dalam hidupku setelah Tuhanku.

Mungkin saat ini aku masih single. Aku belum punya istri. So, yang jadi prioritasku saat ini adalah kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku selalu berusaha untuk mengukir senyum diwajah mereka dengan semua pencapaianku, dengan kehadiranku di tengah-tengah mereka, bahkan di saat aku jauh dari mereka, aku ingin selalu membuat mereka tersenyum. Saat ini pun aku mempunyai PR besar untuk membahagiakan mereka, yaitu dengan menghadiahkan sebuah mobil untuk mereka, semoga tahun ini mobil itu bisa terwujud. Amin…

Dan nanti saat aku sudah menikah, aku akan berusaha mencurahkan segenap waktu dan perhatianku untuk istri tercintaku. Aku akan berusaha selalu bersama istriku. Kan di perusahaan aku bosnya.. jadi aku bebas dong mau kerja di mana, mau di rumah, di kantor, atau sambil jalan-jalan sama istri semua terserah aku, enak kan? hehehe..

Sebenarnya ini juga karena dulu ada teman kakakku yang cerita kalau pacarnya ngeluh:

“Mas, buat apa mas kerja kalau aku ngerasa kehilangan mas? Mas kerja kan untuk kebahagiaan kita, tapi kalau aku gak ngerasa bahagia buat apa mas kerja?”

Nah.. dari cerita teman kakakku itulah aku tambah bersemangat untuk menekuni dunia bisnis. Dan aku semakin mantap memilih dunia bisnis setelah aku magang kerja. Saat itu aku berusaha menikmati posisiku sebagai pegawai sebuah perusahaan. E.. bukannya menikmati malah aku merasakan kebosanan, kerjaannya monoton, gak ada pengembangan diri dan kualitas pribadi. Yang lebih parahnya lagi, hampir semua pegawai juga mengeluh. Mulai dari Office Boy (OB), marketing, admin sampai Supervisor semuanya ngeluh, yang gak ngeluh cuma Managernya (yaiyalah dia yang punya perusahaan..). Ada yang ngeluh masalah gaji, waktu kerja, kerjaan yang harus dikerjakan dan macam-macam.

Sebenarnya masih banyak alasan kenapa aku memilih BISNIS, yang semua alasan itu aku pelajari dari kehidupan orang-orang yang lebih tua dari aku dan mereka mengeluh dengan kehidupannya yang hanya jadi ‘pegawai atau karyawan’. So, akhirnya aku mencapai pada satu kesimpulan, bahwa:

“Dunia bisni mengajariku semua hal yang aku butuhkan dalam kehidupan ini. Di bisnis aku diajarkan membangun hubungan (relationship), diajarkan bagaimana melayani sesama dengan baik (service excellent), menjaga dan meberikan kepercayaan (trust), member dengan tulus (giving) dan masih banyak lagi. Terlebih lebih dunia bisnis memberiku kebebasan untuk terus mengembangkan pribadi, kecerdasan, dan kepekaan perasaan, dan kebaikan lainnya sehingga aku bisa menjadi PRIBADI TERBAIK”.

Bagaimana dengan kamu ? Setuju?

^_^

Siddiq

Untung Gue Ganteng..hehehe (Narsis Mode: on) ^_^

Kalo cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: nobody’s perfect

Kalo cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: pantesan… tampangnya kriminal

Kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: wuiih jantan… kayak di pilem-pilem.

Kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia..

Kalo cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: woow, cool banget…

Kalo cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: ih kuperr…

Kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis

Kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: sudah jelas… kagak laku…

Kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: klop… serasi banget…

Kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: pasti main dukun…

Kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku…

Kalo cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang: …(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya)…

Kalo cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih…

Kalo cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

Kalo cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: perasaannya halus… penuh cinta kasih

Kalo cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi…

Kalo cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: matching banget… keren luar dalem

Kalo cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: mas, majikannya mana?…

Kalo cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar

Kalo cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

Kalo cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas … bikin lemas…

Kalo cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat…

Kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen.

Kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu…

Kalo cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on

Kalo cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: cengeng amat!!… Laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca catatan ini langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is beautiful”

Kalo cowok jelek baca catatan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran (mo jemur pakaian kali ya..), trus triak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!”

he…he…he…

^_^

-Siddiq-

Nasehat Pak Mario Tentang Rencana Kehidupan

Pagi ini saat saya pertama kali buka akun Facebook saya, saya langsung menemukan sebuah super status dari Pak Mario Teguh yang sangat saya suka yang selanjutnya saya jadikan status FB saya. Inilah super status itu:

Pak Mario, mengapa kita harus
merencanakan kehidupan?

Tanpa rencana,
hidup kita hanya akan disibukkan
dengan berpindah dari satu masalah
ke masalah yang lain,
tanpa jelas untuk apa.

Tanpa rencana,
kita akan mencari kerja,
bekerja keras, dan
melalui semua kesulitan hidup,
tanpa tahu untuk apa.

Yang hidup dengan rencana – saja,
sering dikagetkan oleh kehidupan,
apalagi yang santai menua tanpa rencana.

Mario Teguh

Yeah… Super status ini menekankan betapa PENTINGnya kita memiliki RENCANA dalam HIDUP kita. Tapi bagaimana kita memiliki rencana kalau kita tidak memiliki TUJUAN HIDUP?

So, mari kita bersama-sama merancang kehidupan kita, agar setiap langkah yang kita lakukan dalam hidup ini penuh arti dan memiliki arah yang jelas.

Semoga Tuhan selalu mengalirkan kekuatan dan kasih sayang pada kita semua agar kita bisa segera meraih mimpi dan tujuan hidup kita masing-masing. Amiiin…

Bagaimana ? Anda setuju dengan saya? ^_^

Salam,
^_^
A. Siddiq

4 Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis

Jakarta – Mencari pekerjaan saat ini bukanlah hal yang gampang. Mungkin dengan menciptakan bisnis bisa menjadi salah satu bidang karir yang menjamin kelangsungan hidup Anda.

Namun, sebelum memutuskan untuk menciptakan sebuah bisnis, ada hal-hal yang harus diketahui sebelum membentuk sebuah usaha. Seperti dikutip dari SheKnows, berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika telah memiliki bisnis.

Komitmen
Bisinis apapun yang ingin dijalankan, perlu adanya sebuah komitmen dalam diri. Komitmen tersebut yang membuat bisnis dapat berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Misalkan, Anda bisnis katering dan telah bekerjasama dengan satu perusahaan untuk melayani makan siang di perusahaan tersebut, Anda harus komitmen setiap harinya menyediakan makanan. Pastikan konsumen puas dengan rasa makanan dan kebersihan, serta ketepatan waktu. Jangan sampai makanan tiba saat jam makan siang telah usai.

Jalankan secara profesional
Sekecil apapun bisnis Anda, tetap memiliki regulasi dan kebijakan tersendiri. Anda harus memiliki prosedur, memiliki tim kerja dengan jabatannya masing-masing serta memiliki klien. Catat dan simpan semua dokumen yang berhubungan dengan bisnis Anda untuk bisa di-review setiap bulan atau tiga bulan sekali.

Bekerjasama dengan orang yang handal
Sangat baik, di dalam melakukan bisnis, Anda bekerjasama dengan orang yang handal. Apalagi, jika Anda masih amatir, Anda membutuhkan ide dan dukungan moral maupun material. Jadi, sebaiknya carilah rekan bisnis yang mau diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha.

Jadilah tidak nyaman
Kenyamanan tidak membuat Anda maju. Sedangkan ketidaknyamanan dalam bisnis menuntut Anda terus berpikir dan bergerak maju. Ketidaknyamanan lebih dimaksudkan ke arah ketidakpuasan dalam pencapaian bisnis.

(kik/kik)

Sumber: http://www.wolipop.com/read/2011/04/12/114321/1614279/1133/4-hal-penting-sebelum-memulai-bisnis?w992201835

Kesempatan Hanya Melintas Tapi Kesulitan Pasti Mendatangi

Assalamualaikum wr. Wb

Subject diatas yang saya sampaikan sewaktu 2 minggu lalu bertandang ke NTB, dan ngajak kumpul2 dan salaturahmi dealer-dealer yang sudah lama tidak dilakukan.

Sebagian besar mengeluh sepi dan “rata” nya omset dan penghasilan, dan makin banyaknya toko-toko komputer yang buka. Malah reseler ada yang berani stock dan distribusi dari jawa punya tangan langsung di sana.

Akhirnya saya menyimpulkan, bahwa ternyata kawan-kawan ini punya anggapan bahwa peluang akan mendatangi mereka, dan itu sekarang jarang datang nya, sementara kesulitan tiap hari mampir.

Sebuah pandangan yang saya katakan “keliru”, karena mestinya harus dianggap bahwa peluang itu hanya melintas, dan kesulitan lah yang pasti datang.
Orang-orang yang punya pikiran terbuka dan cekatan lah yang bisa menjemput dan menggapai peluang yang melintas tersebut. Jika hanya melihat peluang melintas maka tidak pernah akan tahu bahwa itu adalah peluang!

Sebagai contoh, saya buka koran dan saya baca berita, Lapangan Terbang Internasional Lombok tengah sedang dikerjakan. Saya tanya apa yang anda pahami dari berita tersebut?
Semua dealer/mitra tsb hanya menjawab dan bercerita kembali “sebagai hanya sebuah berita”.

Saya katakan, itulah dia peluang yg melintas, tapi karena kebiasaan menganggap peluang itu datang maka tidak disadari bahwa ada peluang besar yang melintas. Kebiasaan menunggu di toko/showroom, bagi brosur dan pasang iklan, nunggu peluang datang!

Padahal berita lapangan terbang dibangun itu sudah peluang yang guede amat dibidang IT. Brapa banyak Komputer nanti yang dibutuhkan disana, brapa banyak jaringan yang akan dipasang, dan agen-agen perjalanan pasti akan tumbuh, semua butuh komputer, dan berapa banyak penginapan dan hotel akan dibangun dilombok tengah, semua butuh komputer, restoran, warnet, area hostspot, dll.

So… Ini peluang yang gede, .. Peluang yg hanya bisa diambil oleh orang yang mau menggapainya.

Wassalamualaikum wr. wb.
Ferry koto
www.sadonyo.com
ViSi DATA Computer

Tujuan Itu… Membaikkan

“Kalau kita tidak tahu akan kemana, maka kita tidak akan sampai di mana-mana”

Berbicara tentang tujuan hidup, pada dasarnya dalam melakukan segala hal manusia itu secara alamiah sudah memiliki tujuan (niat) dan alasan. Bahkan saat melamun pun kita memiliki tujuan, untuk merelekskan otak kita, betul tidak? Tidur kita pun memiliki tujuan yang jelas, untuk menyalurkan rasa kantuk atau rasa capek kita, iya kan?

Nah… Hanya saja kita sering salah dalam memilih tujuan, dan parahnya lagi kita tidak mau jujur pada diri kita sendiri kalau tujuan kita salah. Sering kali tujuan kita hanya untuk sebuah kesia-siaan (tak berarti), karena itulah kita tidak berani menyebutnya TUJUAN.

Oke, lantas bagaimana Tujuan yang benar dan penuh arti?

Tujuan Tuhan Menciptakan Manusia
Dalam kitab suci Al – Qur’an (dan saya kira ini juga berlaku untuk semua kitab suci), Tuhan menjelaskan bahwa Beliau menciptakan manusia hanya untuk dua hal :

  1. Menjadi Pemimpin (Pengelola) di bumi ini
  2. Menjadi Hamba yang taat pada Tuhan sebagai wujud syukur kita atas semua karunia-Nya.

Hanya dua tujuan, sangat sederhana bukan ? Dari jumlahnya memang kelihatan sangat sederhana, tapi tidak sederhana pada pelaksanaanya !

Tujuan itu HARUS Membaikkan !
Walaupun pada dasarnya dalam melakukan setiap hal manusia sudah memiliki tujuan (niat) yang jelas, hanya saja kita seringkali tidak berani mengatakan itu tujuan kita, karena tidak benar-benar sesuai dengan hati kita. Ingat ! Hati kita adalah Alarm yang paling peka !

Saat ada yang tidak sesuai dengan hati, ia akan langsung berteriak. Hanya saja seringkali kita tidak mau mendengar apa kata hati kita, bahkan kita pura-pura tidak mendengarnya.

Dalam hidup ini, kita memang di haruskan memiliki tujuan (visi/cita-cita) hidup yang jelas. Kenapa? Agar hidup kita selalu terarah. Dan kita selalu membuat kemajuan (progress) dalam hidup kita.

Tapi tadi katanya setiap manusia sudah memiliki tujuan, berarti sebenarnya setiap manusia sudah memiliki tujuan hidup dong?

Tidak…

Tidak semua manusia berani memikirkan bahkan merencanakan masa depan. Seringkali kita terlalu takut dengan masa depan kita, sehingga tidak semua dari kita berani memiliki tujuan hidup yang jelas. Padahal, kebaikan masa depan kita ditentukan oleh kebaikan yang kita lakukan hari ini (Mario Teguh).

Ada juga yang bertanya: Saya sudah memiliki tujuan yang jelas, apakah saya harus memperjuangkannya mati-matian ?

Harus itu ! Tujuan hidup kita harus di perjuangkan. Tapi tunggu dulu…

Ada satu masalah lagi, setelah kita memiliki tujuan hidup yang jelas, kita masih harus menguji apakah tujuan hidup itu “membaikkan?”. Nah… Tujuan hidup yang membaikkan itulah yang harus kita perjuangkan.

Saya menggunakan kata “membaikkan”, bukan ‘baik’. Kenapa? Karena kata ‘baik’ itu hanya berorientasi (mengarah) pada hasil, dan tidak mempengaruhi apapun. Tapi kalau kata “membaikkan” itu tertuju pada proses dan hasil, serta akan memiliki pengaruh pada sekelilingnya.  (Mohon dikoreksi jika ada yang salah dalam saya mengartikan kedua kata itu :) ).

Lalu, bagaimana Tujuan Hidup yang membaikkan itu?

Tujuan hidup itu HARUS membaikkan 4 hal berikut, semuanya harus tercakup, tidak boleh terpisah. Yaitu:

  1. Membaikkan TUHAN kita
  2. Membaikkan DIRI kita
  3. Membaikkan ORANG TUA kita
  4. Membaikkan LINGKUNGAN SEKITAR kita.

Empat elemen di atas tidak boleh dipisah-pisahkan. Karena percuma kita memiliki tujuan yang baik, tapi dalam pelaksanaannya harus ada yang tersakiti. Iya kan?

Saya kira 4 elemen tadi sudah mencakup 2 tujuan Tuhan dalam menciptakan kita (manusia) di bumi. Karena saat kita MEMBAIKKAN TUHAN kita, maka sesungguhnya kita adalah hamba Tuhan sejati. Dan saat kita bisa MEMBAIKKAN ORANG TUA dan LINGKUNGAN SEKITAR kita, maka kita adalah seorang pemimpin yang sejati.

Saat manusia masih muda (usia 15 – 20 thn), saat mereka sedang mencari tujuan hidupnya, mereka selalu dibayang-bayangi dengan pertanyaan “Bagaimana kalau tujuanku tidak disetujui orang tuaku?”

Saudaraku.. Kalau kita yakin Tujuan kita Membaikkan, kita tidak perlu takut untuk menyampaikannya ke orang tua kita. Tapi sampaikanlah dengan penuh hormat, santun, dan penuh kasih sayang. Tidak ada tujuan baik yang dikotori dengan prilaku yang tidak baik. Sampaikanlah keinginan (tujuan) kita ke orang tua kita, jika mereka tidak setuju tanyakan alasan mereka. Lalu renungkanlah alasan orang tua kita itu, pasti ada yang bisa kita terima.

Ingat, orang tua kita jauh lebih mengerti tentang kehidupan ini. Jadi TURUTI apa kata mereka. Jika keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan orang tua kita, turuti keinginan orang tua kita. Kalau kita yakin bahwa tujuan (keinginan) kita membaikkan, maka sambil menuruti keinginan orang tua kita, tetaplah fokus untuk meraih mimpi kita. Buktikan bahwa kita bisa meraih mimpi kita dan MEMBUAT orang tua kita BANGGA.

Tapi jika dalam usaha meraih mimpi kita ada keburukan yang kita dapat, maka kita harus berani MENANGGUNG SENDIRI akibat yang ada TANPA melibatkan orang tua kita.

Mungkin ada yang bertanya, apa TUJUAN HIDUP saya? (PD.com, hhe..)

Saat ini tujuan hidup saya adalah ‘mendapatkan sebanyak mungkin ucapan TERIMA KASIH’.

Kenapa?

Karena saat ada orang yang mengucapkan ‘terima kasih’ pada saya, itu berarti saya sudah bermanfaat bagi orang tersebut. Dan agama saya mengajarkan “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya (serta lingkungannya)”. Itulah cita-cita terbesar saya… ^_^

“Orang yang memiliki harapan (keinginan/tujuan) akan selalu bisa melihat kemudahan dalam kesulitan”.

Bagaimana? apakah anda setuju dengan saya? :)

Terima kasih sudah berkenan membaca catatan saya,

Salam hormat,
^_^
Siddiq

Mengalirlah Dengan Tujuan Yang Jelas

Saat ini saya sedang menyiapkan materi motivasi yang akan saya berikan pada adik-adik saya di MTsN Model Babat Lamongan besok tanggal 9 April 2011. Secara pribadi saya merasa belum pantas untuk memberikan ‘ceramah’ motivasi kepada orang lain. Karena saya sendiri merasa belum cukup mengenal kehidupan ini. Saya sendiri juga masih sering down, dan terlebih saya juga belum pantas untuk di sebut sebagai orang sukses yang pantas memberikan motivasi pada orang lain, apalagi nanti pesertanya puluhan sampai ratusan.

Ya… saya hanya merasa belum pantas!

TAPI,

Bukankah menasehatkan kebaikan adalah suatu amanah dari Tuhan? Dan tidak ada syarat resmi & tertulis yang menyatakan bahwa “Hanya orang sukses dan orang suci sajalah yang boleh memberikan nasehat dan motivasi”, tidak ada aturan seperti itu bukan?

So, maka dari itu saya tetap Percaya Diri (baca: PeDe-red) untuk memberikan motivasi dan berbagi kisah hidup yang pernah saya alami kepada adik-adik saya di MTsN Model Babat Lamongan. Jika ada nasehat kebaikan yang akan saya sampaikan nanti belum ada pada diri saya, atau belum pernah saya lakukan, maka saya yakin cepat atau lambat Tuhan akan memaksa saya untuk mengalaminya dan menjadikannya ada pada diri saya. Dan dengan ijin Tuhan, saya siap!

Materi-materi motivasi yang akan saya sampaikan nanti adalah tentang Tujuan Hidup.

Ini karena saya melihat kebanyakan dari teman-teman seusia saya dan lebih tua sedikit dari saya yang kehidupannya tidak jelas dan (menurut pendapat orang) gagal, adalah mereka-mereka yang tidak memiliki Tujuan Hidup dengan jelas. Mereka tidak pernah tahu akan kemana? Bahkan mereka juga tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Dengan begitu mereka juga tidak pernah tahu untuk apa sebenarnya yang mereka lakukan selama ini.

Sungguh miris memang kalau saya melihatnya…

Beberapa teman saya yang seorang mahasiswa, yang mereka tahu hanya ‘yang penting cepet lulus kuliah, nilai bagus’. Beberapa teman yang seorang pegawai, yang mereka tahu hanya ‘yang penting kerja, dapat uang’. Beberapa teman yang belum bekerja, yang mereka tahu hanya ‘bagaiman supaya cepat dapat kerja’. Hanya sebatas itu saja!

Padahal kehidupan ini sangat panjang! Berapapun usia kita nanti, kehidupan ini akan terasa sangat panjang. Kita tidak hidup hanya di masa sekarang. Kita pernah hidup di masa lalu, dan yang pasti, kita juga HARUS mengalami masa depan!

Jadi, kalau kita tidak menyiapkan masa depan sekarang, mau kapan lagi kita bersiap-siap ?

Ingat:

“Setiap manusia pasti bertambah tua, tapi tidak setiap manusia bertambah dewasa”, Mario Teguh.

“Dewasa bukanlah tentang usia, tapi dewasa adalah tentang pilihan sikap (tindakan/prilaku).”, Mario Teguh.

“Jika kita tidak tahu mau kemana, maka kita tidak akan pernah sampai kemana-mana.”, Unknown.

Biasanya, orang yang di nasehati agar memiliki tujuan hidup selalu ngeyel begini: “Biarlah hidup saya mengalir apa adanya seperti air…”

Mengalirlah dengan Tujuan yang jelas

Hmm… Bukankah air juga mengalir dengan TUJUAN yang jelas? dari atas ke bawah.

“Jadi, boleh saja anda mengalir dalam kehidupan ini, tapi mengalirlah dengan TUJUAN yang JELAS ! “, Ahmad Siddiq (2011).

Bagaimana? Apakah anda setuju dengan saya? ^_^

Terima kasih sudah berkenan membaca catatan saya.
Salam,

A. Siddiq

The Man Who Can Talk to Fire and His Friend Jurgen

Saat saya kuliah di Indiana University untuk mendapatkan MBA dalam business management, saya pergi ke sebuah tempat camping dan peristirahatan di White Water, di negara bagian Wisconsin, bersama belasan rekan sesama mahasiswa yang berasal dari berbagai bidang studi.

Ada seorang rekan mahasiswa S3 dari Jerman yang belajar Quantum Physics. Dia seorang ilmuwan yang super cerdas dan setia kepada logika yang akurat.

Suatu ketika dia melihat saya sembahyang Maghrib. Dia menunggu saya selesai, dan langsung mengatakan: Mario, I never knew that you were primitive. Saya tidak pernah menduga bahwa kamu masih primitif.

Mengapa?, tanya saya.

Dan dia menjelaskan bahwa orang-orang primitif di jaman dulu juga berdoa seperti saya.

Apakah dengan primitif, berarti saya salah?, terus saya.

Dia kemudian menjelaskan dengan logikanya, bahwa perilaku berdoa kepada sesuatu yang tidak ada untuk mengharapkan keajaiban, adalah perilaku orang-orang primitif, yang tidak mampu berpikir dengan logika yang jernih, dan yang tidak berilmu.

Lalu, dengan sikap yang menghormati kekuatan logikanya, saya bertanya: Apa yang membuatmu demikian yakin bahwa Tuhan tidak ada?

Dia menjawab dengan cool; Tuhan tidak ada, karena Tuhan tidak bisa dideteksi dan diukur. Jika kita bisa mendeteksi dan mengukur keberadaan fisik Tuhan, maka kita bukan hanya yakin – tetapi bahkan TAHU bahwa Tuhan ada.

Emmm … saya membiarkan beberapa jenak berlalu dengan santun, sebelum saya membuka langkah pengujian saya terhadap logika rekan saya ini;

Jurgen, demikian namanya, jadi kamu akan menerima keberadaan sesuatu yang bisa dideteksi dan diukur, dan jika tidak – maka kamu menolak keberadaannya, bukankah begitu?

Of course!, dengan gaya bijak yang mungkin ditirunya dari salah satu profesornya.

Lalu saya teruskan, apakah ada hal-hal yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, karena belum ada alat deteksi dan alat ukur-nya?

Dia menjawab cepat; Oh pasti!, tentu saja banyak materi di alam ini yang belum kita ketahui, karena kita belum memiliki alat untuk mendeteksi dan mengukurnya, Mario. And that’s a simple logic!, dia melihat saya dengan wajah seorang guru yang kasihan kepada muridnya yang lambat mengerti.

Oooh … (saya memulai penerbangan ke Nagasaki dengan sebuah bom atom di perut pesawat pembom saya)

Jadi sebagai seorang ilmuwan, Jurgen tidak akan dengan semena-mena mengatakan sesuatu itu tidak ada, jika ia tidak bisa dideteksi dan diukur karena alat untuk itu belum ada?

Ya pasti dong?! Itu khan bertentangan dengan logika dan obyektifitas saya sebagai seorang pemikir yang logis.

Lalu, dengan suara selembut mungkin dari wajah yang sepengasih mungkin, saya bertanya;

Jurgen, apakah alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan sudah ada?

Dia bilang dengan santai; … belum …

Saya teruskan; … lalu, jika alatnya belum ada, jika alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan itu belum ada, mengapakah Jurgen bisa dengan pasti mengatakan bahwa Tuhan tidak ada?

Dia terdiam sejenak, lalu dia berbicara dengan kelurusan dan ketegasan seorang ilmuwan;

Kamu betul, Mar. Tidak obyektif bagi saya untuk mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada, karena kita belum memiliki alat untuk mendeteksi dan mengukur Tuhan.

Jadi apa sikap terbaikmu mengenai hal ini, Jurgen?

Sikap terbaik saya adalah menunda keputusan apakah Tuhan itu ada atau tidak.

Apakah sikap itu sebanding dengan ragu-ragu, karena belum pasti?, tanya saya hati-hati.

Dia bilang, dengan sangat fair: Ya.

Lalu saya sampaikan dengan keramahan yang harus dihadiahkan oleh seorang beriman kepada saudaranya yang sedang menemukan keimanan;

Jurgen, selamat datang. Bagi seseorang yang tadinya menolak keberadaan Tuhan, ‘meragukan keberadaan Tuhan’ adalah langkah awal untuk meyakini keberadaan-Nya.

Dari sanalah, kamu akan menemukan logika keimanan yang jauh lebih utuh dalam ke-abstrakan-nya, akurat dalam keluwesannya, dan tegas dalam kenyataan hukumnya.

Dia hanya mengangguk.

Lalu kami bergabung dengan belasan rekan mahasiswa dari kampus saya di Indiana University – Bloomington, yang juga berasal dari berbagai negara dan keimanan.

Kami makan malam dengan kemeriahan dan kegaduhan para lelaki muda yang positif dan berpandangan besar dan kuat mengenai masa depan.

Malam itu saya ditugasi untuk menyalakan api unggun, dan menjaga agar nyalanya tetap besar dan menghangatkan kami di malam musim dingin itu.

Di setiap kesempatan camping, saya selalu menjadi petugas api unggun, karena menurut mereka saya bisa berbicara kepada api. The man who can talk to fire. :)

Saat suasana lengang karena kami semua sudah berbaring untuk beristirahat di dini hari itu, saya mendengar suara seseorang yang seperti sedang terserang masuk angin yang akut.

Itu Jurgen. Dia masuk angin.

Saat bangun pagi, saya hampiri dia dan saya tanyakan kabarnya di pagi bersalju yang bersih dan indah itu, dan dia berkata;

I was really sick last night, Mario. Not because of anything, but because I was trying to accept your reasoning on God as objectively as I could. Rearranging what you have been believing as true for years, is not easy. But I did it. Thank you.

And you were and are right, that I should hold my judgment about God’s existence. I cannot rule that he is non existent, as long as I cannot disprove his existence.

Saya sangat sakit tadi malam, Mario. Bukan karena apa-apa. Tetapi karena saya berusaha menerima alasanmu mengenai Tuhan dengan se-obyektif mungkin. Menata ulang apa yang telah kau yakini sebagai yang benar selama bertahun-tahun, bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi saya telah melakukannya. Terima kasih.

Dan kamu benar, bahwa saya harus menahan untuk tidak membuat kesimpulan apa pun mengenai keberadaan Tuhan. Saya tidak dapat memutuskan bahwa Tuhan itu tidak ada, selama saya tidak bisa membatalkan keberadaannya.

Saya menyalaminya dengan hati yang sepengasih mungkin.

Jurgen, welcome to faith. Selamat datang di keimanan.

Dan tiga puluh tahun kemudian, di Minggu pagi di Jakarta, saya menuliskan Super Note ini karena tadi pagi saya membaca sebuah comment di MTFB yang mengindikasikan keraguan seorang sahabat mengenai peran Tuhan bagi kebaikan hati dan hidupnya.

Saya menunda hal lain yang tadinya ingin saya kerjakan di Minggu pagi yang indah ini, dan mendahulukan waktu untuk menuliskan cerita ini, dengan harapan bahwa Tuhan mempertemukan pengertian di dalamnya, dengan sahabat-sahabat saya yang sedang membutuhkan penguatan mengenai kedekatannya dengan Tuhan.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan hati kita semua, seutuhnya ikhlas menerima kemutlakan kasih sayang dan kekuasaan-Nya bagi kebaikan hidup kita, dan menurunkan jawaban bagi doa dan harapan yang telah lama kita naikkan ke langit bagi perhatian baik Tuhan.

Marilah kita menggunakan kehebatan dari kasih sayang kita kepada Tuhan, untuk menjadikan diri kita pelayan bagi kebaikan hidup sesama.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda terkasih, dari Ibu Linna dan saya.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?

Loving you all as always,

Mario Teguh

Melihat Hal-hal Biasa Dari Sudut Pandang Yang Tidak Biasa

Sahabat saya yang baik hatinya,

Semua pencapaian keberhasilan dalam kehidupan pribadi, karir, atau bisnis Anda, sangat bergantung kepada kemampuan pribadi Anda, untuk:

1. Melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yang tidak biasa,
dan

2. Menyampaikannya dengan kejelasan logika dan daya tarik yang tidak biasa baiknya.

Sesungguhnya, tidak ada kebutuhan baru dalam kehidupan ini. Karena, semua yang kita sebut baru itu adalah cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan lama kita, yang berupa cara-cara yang lebih baik dari pada cara-cara lama kita.

Anda yang bisa melihat cara baru untuk memenuhi kebutuhan yang penting, akan ditempatkan pada posisi yang dihargai tinggi, dan yang dipercayakan kepemimpinan dalam bidang itu.

Lebih hebat lagi, jika Anda memiliki kemampuan untuk ‘menjual’ pengamatan unik Anda itu dengan paparan logika yang kejelasannya tak terpikirkan oleh orang lain, dan dengan daya tarik ‘personal style’ Anda yang juga tidak lazim baiknya.

Mohon selalu Anda sadari, bahwa keberhasilan apa pun yang sudah Anda capai, dan keberhasilan berikutnya yang masih berada dalam daftar impian Anda, semuanya berdiri di atas kualitas pribadi Anda.

Hanya Anda lah yang bisa memberhasilkan Anda.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

WordPress Themes