Ratapan Seorang Istri

Tadi malam aku nonton TV dan disitu ada scene (bagian film) yang buat aku lebih mantap dengan jalan yang aku pilih. Di scene tadi diceritain ada seorang istri yang merasa kehilangan suaminya. Meraka gak bercerai, mereka masih hidup dalam 1 atap, tapi sang istri begitu merasa kehilangan suaminya.

Kenapa?

Itu karena kesibukan suaminya di kantor…

Memang sudah menjadi sebuah kewajiban seorang suami untuk menafkahi istrinya. Untuk membiayai kehidupan keluarganya. Seperti makan, bayar listrik, air, biaya sekolah anak, dll. Itu sudah menjadi kewajiban suami. Ini lebih tepatnya disebut nafkah lahir (materi).

Tapi apa itu aja yang dibutuhkan istri ?

Ternyata nggak,

Bagi seorang istri yang baik (“sholehah”-red), mereka juga butuh yang dinamakan nafkah batin. Tapi.. celakanya banyak orang yang mengartikan nafkah batin ini adalah yang berhubungan dengan hal itu tu.. (khusus dewasa, hehehe-red). Padahal nafkah batin ini artinya LUAS (menurutku sih..). Nafkah batin itu bisa berupa kasih sayang, perhatian yang lebih, memanjakan istri, membimbing istri, memberi contoh yang baik pada istri, dan masih banyak lagi. Itu yang lebih dibutuhkan seorang istri daripada hanya sekedar materi.

Seringkali saat para istri menuntut perhatian yang lebih ke suaminya yang (sok) sibuk dengan kerjaanya, biasanya si suami jawab kayak gini

“Ayah kan kerja juga untuk bunda, untuk keluarga kita… “

Yeah.. tu mah jawaban klasik. Bilang aja udah bosen sama istrinya, makanya nyibukin diri di kerjaan (tapi syukur sih kalo emang sibuk beneran, hehehe).

Tapi para istri juga kudu nyadar.. kudu peka, kalau memang suaminya sibuk beneran ya seharusnya mereka dukung sang suami. Misal ditemenin lembur, dibantu nyelesai’in kerjaanya, terus memberi support, dll. Kalau sama-sama “ngerti” pasti enak kok…

Trus apa hubungannya cerita di TV tadi dengan jalan yang aku pilih ?

Gini… Aku memilih jalan bisnis sebagai jalan untuk mencari nafkah. Aku lebih milih usaha sendiri daripada harus jadi pegawai atau karyawan orang lain. Karena dengan aku punya usaha sendiri, aku BEBAS. Aku bebas ngatur waktu, aku bebas mau kerja di kantor atau di rumah semua terserah aku, aku bebas nentuin gajiku sendiri, dll. The point is I’m FREEEE !

Sebenernya salah satu tujuanku bisnis adalah biar aku punya waktu banyak untuk keluargaku. Karena bagiku keluarga adalah segalanya. Aku bisa ninggalin apapun asal itu demi keluargaku. Asal itu bisa bikin keluargaku bahagia. Kebahagiaan keluargaku adalah prioritas utama dalam hidupku setelah Tuhanku.

Mungkin saat ini aku masih single. Aku belum punya istri. So, yang jadi prioritasku saat ini adalah kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku selalu berusaha untuk mengukir senyum diwajah mereka dengan semua pencapaianku, dengan kehadiranku di tengah-tengah mereka, bahkan di saat aku jauh dari mereka, aku ingin selalu membuat mereka tersenyum. Saat ini pun aku mempunyai PR besar untuk membahagiakan mereka, yaitu dengan menghadiahkan sebuah mobil untuk mereka, semoga tahun ini mobil itu bisa terwujud. Amin…

Dan nanti saat aku sudah menikah, aku akan berusaha mencurahkan segenap waktu dan perhatianku untuk istri tercintaku. Aku akan berusaha selalu bersama istriku. Kan di perusahaan aku bosnya.. jadi aku bebas dong mau kerja di mana, mau di rumah, di kantor, atau sambil jalan-jalan sama istri semua terserah aku, enak kan? hehehe..

Sebenarnya ini juga karena dulu ada teman kakakku yang cerita kalau pacarnya ngeluh:

“Mas, buat apa mas kerja kalau aku ngerasa kehilangan mas? Mas kerja kan untuk kebahagiaan kita, tapi kalau aku gak ngerasa bahagia buat apa mas kerja?”

Nah.. dari cerita teman kakakku itulah aku tambah bersemangat untuk menekuni dunia bisnis. Dan aku semakin mantap memilih dunia bisnis setelah aku magang kerja. Saat itu aku berusaha menikmati posisiku sebagai pegawai sebuah perusahaan. E.. bukannya menikmati malah aku merasakan kebosanan, kerjaannya monoton, gak ada pengembangan diri dan kualitas pribadi. Yang lebih parahnya lagi, hampir semua pegawai juga mengeluh. Mulai dari Office Boy (OB), marketing, admin sampai Supervisor semuanya ngeluh, yang gak ngeluh cuma Managernya (yaiyalah dia yang punya perusahaan..). Ada yang ngeluh masalah gaji, waktu kerja, kerjaan yang harus dikerjakan dan macam-macam.

Sebenarnya masih banyak alasan kenapa aku memilih BISNIS, yang semua alasan itu aku pelajari dari kehidupan orang-orang yang lebih tua dari aku dan mereka mengeluh dengan kehidupannya yang hanya jadi ‘pegawai atau karyawan’. So, akhirnya aku mencapai pada satu kesimpulan, bahwa:

“Dunia bisni mengajariku semua hal yang aku butuhkan dalam kehidupan ini. Di bisnis aku diajarkan membangun hubungan (relationship), diajarkan bagaimana melayani sesama dengan baik (service excellent), menjaga dan meberikan kepercayaan (trust), member dengan tulus (giving) dan masih banyak lagi. Terlebih lebih dunia bisnis memberiku kebebasan untuk terus mengembangkan pribadi, kecerdasan, dan kepekaan perasaan, dan kebaikan lainnya sehingga aku bisa menjadi PRIBADI TERBAIK”.

Bagaimana dengan kamu ? Setuju?

^_^

Siddiq

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes