Sisi Kelam Bekerja di Google, Apple, dkk

1. Facebook

Facebook pernah dinobatkan sebagai tempat kerja terbaik di Amerika Serikat. Namun sebagian karyawan merasa tidak senang bekerja di sana terkait beberapa alasan.

“Memang ada makanan dan minuman gratis, tapi lupakan saja. Tempat kerja di Facebook buruk. Ruangan karyawan yang besar dipenuhi orang berdempetan dengan privasi nol,” komplain seorang pekerja.

Masalah privasi ini rupanya dikeluhkan banyak pekerja, karena meja kerja mereka terlalu berdekatan dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, Mark Zuckerberg selaku pendiri dan CEO Facebook dinilai terlalu angkuh pada karyawan.

“Pimpinan bersikap seolah mereka lebih jauh lebih tinggi pada setiap orang di sekelilingnya,” tulis seorang pekerja.

Namun demikian, banyak yang menilai hal tersebut bukan masalah besar. Gaji tinggi dan makan gratis tiga kali sehari jelas diminati.

2. Google

Google juga dikenal memanjakan karyawannya dengan gaji tinggi, kantor keren serta fasilitas yang melimpah. Namun tidak semua suka bekerja di raksasa mesin cari internet ini.

“Anda membaca banyak hal mengagumkan dari bekerja di Google. Namun sebelum aku keluar, tempat itu penuh dengan orang bertalenta yang tidak dianggap dan struktur yang penuh politik dan kejam,” sebut Scott, mantan pekerja Google.

Karyawan juga bekerja sangat keras hingga akhir pekan. Di sisi lain, meskipun bayarannya sudah cukup tinggi, mereka masih merasa kurang.

“Sepertinya orang bekerja di Google bukan untuk uang. Mereka bekerja di Google karena ingin mengubah dunia,” sebut seorang pekerja yang mengeluhkan bayaran tidak sesuai.

“Pendapatan Google sampai miliaran. Berikan 2% saja pada pekerja agar mereka lebih bahagia,” tulis seorang karyawan yang menghitung bagian untuk karyawan Google hanya 1% dari keuntungan.

3. Microsoft

Menjadi karyawan Microsoft jelas menjadi kebanggaan tersendiri. Namun tidak demikian bagi para karyawannya yang kecewa.

Misalnya Microsoft melakukan review brutal pada pekerjanya. “Lingkungan kerja menjadi stress tinggi. Pekerja menjadi ketakutan secara konstan jika diberi nilai rendah tanpa bisa mengontrolnya,” sebut seorang pekerja.

Adapun para bos sering berteriak dan menyalahkan pekerja. Hal ini seperti sudah menjadi budaya di Microsoft dan membuat karyawan tertekan.

Microsoft juga menekankan karyawannya bekerja sangat keras. Dengan kantor yang didesain bagi pekerja untuk mengabdikan diri dengan jam kerja panjang.

“Entah disengaja atau tidak, ada budaya atau mindset yang mengharuskan Anda bekerja selama 24/6,” ucap seorang karyawan.

4. Apple

Bekerja di Apple jelas merupakan prestis besar karena mereka adalah salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Namun tidak semua karyawan puas, terutama yang bekerja di APple Store.

“Dari tokonya di seluruh dunia, Apple menjual sampai USD 16 miliar. Namun kebanyakan pekerja Apple hanya menikmati sedikit dari keuntungan tersebut,” tulis David Segal, wartawan New York Times.

“Sekitar 30 ribu dari 43 ribu pekerja Apple bekerja di Apple Store, sebagai bagaian dari ekonomi servis, dan banyak dari mereka hanya digaji USD 25 ribu per tahun,” lanjut David.

Jumlah gaji USD 25 ribu per tahun terhitung kecil di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, gaji karyawan Apple Store hanya separuh dibandingkan gaji karyawan toko Verizon yang juga berjualan ponsel.

Padahal, eksekutif Apple dibayar begitu tinggi. Tahun 2012, CEO Apple Tim Cook menerima bayaran sampai USD 378 juta.

 

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes